masih di kualalumpur

23 02 2013

17 Mei 2012

contoh sederhana Teknologi Islam adalah
rancangan toilet, bagaimanapun bentuk rumah, harus menghindarkan pemakainya
buang air besar maupun kecil menghadap atau membelakangi kiblat
rancangan kran air harus dibuat agar air tidak muncrat sehingga pengguna
terhindar dari najis
di dalam rancangan teknologi umum (western technology) hal ini jelas tidak
menjadi konsideran

18 Mei 2012

alhamdulillah,

hasil utama saya di Malaysia adalah “upaya serius Malaysia menjadikan Islam sebagai way of life” masyarakat

sementara di kita, hanya menjadi bahan ceramah di masjid istiqlal dan sekitarnya

sekedar pantess an

 

maka model yang pernah saya berikan benar adanya

di fisika tepatnya di fisika bahan atau di dalam teori medan elektromagnetik dibahas satu teori gas elektron untuk logam

di dalam logam terdapat banya elektron bebas

bergerak sangat aktif, ke sana kemari

acak

sehingga netto kecepatan nol !!!

itulah muslim indonesia

sangat dinamis,

ada Muhammadiyah dan NU yang besar

ada Persis, al-Irsyad, FPI, HTI, Ahmadiyah, Syiah, juga Islam Liberal yang tak terlalu besar

perhatikan,

mereka sangat aktif

tapi saling meniadakan
dan

kita pun tetap beginii saja

hari ini tak jauh beda dari kemarin atau atau tahun lalu

tahun depan bahkan bisa jadi lebih buruk dari hari ini

 

Malaysia,

tak terlalu dinamis

tapi ada Pemimpin Visioner dan berpihak

elektronn bergerak lamban tetapi ada dan mendapat medan listrik luar

maka terjadi lah drift velocity yang kecil sekali

tetapi karena ada arah maka lampu pun menyala

ada terang

 

lalu,

kapan kita mengarah pada masa depan yang khas

85% masyarakat ini muslim

maka harus hidup dengan kultur dan tradisinya sendiri

islam dengan kiblatnya Makkah dan Madinah bukan San Diego, Manhattan, atau Brokelyn

hayo lebih serius, fokus dan terus menerus konsisten

 

(untuk meneguhkan gagasan Sains Islam ini,

sore ini saya ke KLCC Kuala Lumpur Convention Center

lalu ke lantai 5 tempat toko buku Kinokuniya

toko buku yang dulu rutin saya datangi di Osaka,

pakai fasilitas juhacchikippu dari Saijo Higashi Hiroshima

alhamdulillah, setelah pilihh dan pertimbangkan dana yang ada

saya hanya beli 6 buku,

salah satu judulnya adalah Islam’s Quantum Question oleh Nidhal Guessoum

lumayan … dalam rupiah sekitar Rp 1.080.000,- (satu juta delapan puluh ribu rupiah)

uang siapa untuk beli ini?

tentu uang jajan anakk saya …

lha kalau sudah untuk urusan ilmu, susah cari funding)

 

jadi mari mulai realisasi islamisasi via toilet

suarakan ke menristek, mendiknas, menag, menko ekuin

mulai yang pang gampang

tapi serius difollow up gitu

 

hayo hayo dan hayo

 

salam

 

22 Me1 2012

 

AAS pada akhirnya masuk presentasi yang ke 100

dalam Bengkel Sains-Tauhid Siri 1

di International Institute of Islamic Thoght and Civilization (ISTAC),

International Islamic University Malaysia (IIUM)

Sabtu 19 Mei 2012

Jam 10.00 s.d 16.30

 

dalam momen ini

AAS tampil lebih rinci karena waktu yang disediakan adalah 4 jam

yakni dalam 3 sesi: masingg 1.5 1.5 dan 1 jam

power point-nya 152 halaman

 

lha terus ppt-nya diisi atau ditulisi opo wae?

rincian AAS yang bisa menginspirasi dan diterjemah dalam integrasi pengajaran Sains-Tauhid dan Tauhid-Sains

memang,

sempat masuk juga Nalar AAS ketika deskripsi tentang Akal dan Bahasa Arab dalam al-Quran, bagian ini memang terurai dalam Nalar AAS

 

selain guru IPA dan Agama,

hadir juga para mahasiswa bidang integrasi sains-agama beberapa universitas di Kuala Lumpur

total 40 sekian peserta

yang menarik,

ada juga peserta yang takpaham bahasa Melayu/Indonesia

tetapi sangat aktif memotret dan mencatat (entah apa yang dicatat)

bahkan minta waktu diskusi ketika teabreak 15 menit

tapi seorang saja, dan she looks marvelous

mahasiswi asal Iran

dia kejar konsep sains islam versi AAS,

dia singgung string theory,

dia tanya prospek teori unifikasi dan partikel Higgs

semua jawaban yang saya berikan dia tulis dalam bahasa Arab

 

seperti halnya di Indonesia,

di Malaysia mulai ada kesadaran dan gerakan integrasi pengajaran sains dan agama

contoh di SD al Jannah Cibubur Jakarta

perkenalan ayat-ayat kauniyah telah masuk dalam buku teks sains jilid 1 s.d jilid 6

ngaji tidak lagi dominasi guru agama

guru sains pun juga berikan ayat al-Quran

 

istilah pelajaran agama di sekolah dan rapor seharusnya diganti untuk mengurangi dan meniadakan dikotomi agama dan bukan agama

istilah pelajaran agama diganti istilah lebih khusus, misal, sejarah islam, fikih atau adab

maka semua mata pelajaran menjadi setara dan merupakan bagian dari agama

matematika bagian dari agama

ilmu pengetahuan alam bagian dari agama

olah raga bagian dari agama

lebih khusus lagi fisika, kimia, biologi merupakan bagian dari agama seperti halnya fikih dan sejarah islam

 

AAS mengarah dan merancang integrasi sains-tauhid di pengajaran sekolah

 

From: Anwari WMK <anwari_kpj@yahoo.com>
Subject: Re: [irmc-jember] AAS ke 100 itu

Date: Tuesday, May 22, 2012, 6:06 PM

Numpang nanya kak toan

> nyara tretan
Apa integrasi agama-sains itu digarap sungguh-dungguh?

> secara fisik sungguhh lah
Apa itu bukan sekadar mode, more style than essence?

> secara dialektis memang perlu terus diperdebatkan agar menjadi lebih fokus terarah
Apa bukan kekonyolan macam Harun Yahya?

> dalam proses bisa jadi harus melalui tahap konyol seperti itu, tetapi sejarah khan seringkali memang harus diawali dengan kekonyolan, apalagi ketika kekonyolan hanya masalah selisih sudut pandang

yang jelas,

perubahan harus dilakukan,

terkait dengan al-Quran sebagai frame of mind kita,

pertama al-Quran harus didekatkan dulu

lalu dikenali sebelum akhirnya dicintai dan digauli

dari sana terjadi persetubuhan

dan lahir jabang bayi peradaban baru

peradaban Islam

begitu yang saya tahu

dan saya jalani

Sakalangkong

From: Anwari WMK <anwari_kpj@yahoo.com>

Date: Tuesday, May 22, 2012, 7:10 PM

Kalau boleh sul usul,
Tak perlu menduplikasi kekonyolan macam Harun Yahya.
Malah harus amat sangat dihindari.
Untuk bisa paham hakikat Higgs boson aja sudah meniscayakan adanya integrasi sains-tauhid, tanpa harus demontrasi nomenklatur tauhid.
Kalau model Harun Yahya cara melihatnya, maka bakalan jadi concolon.com . . . . wkwkwkwk

Maksud saya kak toan
Jangan hanya epistemologi yang digarap.
Konstruksi ontologi justru sangat penting, yaitu ontologi yang kosmologis.
Kata reng Madure: cosmological ontology.

Kan sederhananya gini:
[Ontologi] + [Kosmologi] = Metafisika
Metafisika = Tauhid

Saya kalau merenungi ayat-ayat Qur’an habis tahajud itu selalu terbersit kesimpulan: ontologi itu lebih penting dari epistemologi.
Tapi cosmological ontology.
Bukan sekadar “ontologi gunung raung”, tapi semua gunung hingga yang teronggok di galaksi primitif.

Sakalangkong kak toan

 

> Jawab

Tentu boleh, bahkan wajib usul

tapi tretan juga harus terima kecerdasan saya yang tak terlalu seberapa ini

seperti yang telah saya sampaikan

saya pernah cerna gagasan Sains Islam Nasr, Sardar dan Naquib al-Atas dan saya bingung alias tak mampu menerjemahkan gagasan mereka dalam sains alam dan operasionalnya dalam dunia pendidikan

paling pendekatan struktural ala al-Faruqi yang saya tangkap

lalu

saya coba merenung sendiri tentu ditambah serpihann gagasan dari para tokoh tersebut yang sempat saya kantongi

lalu muncul Sains Islam versi AAS yang menekankan pada epistemologi wahyu alias epistemologi teks

 

dalam natural science masalah syirik ilmiah muncul dalam pondasi mekanika Newtonian, tetapi masalah tersebut telah dikoreksi oleh teori kuantum

artinya, teori kuantum memang lebih relijius tetapi belum islam

maka diperlukan islamisasi yang sekilas tampak konyol

tetapi dalam perspektif fikih itu perlu dan harus

sebab orang Jepang yang tekun, kerja keras dan disiplin juga amanah memang telah islami tetapi belum muslim karena belum baca dua kalimat syahadat

jadi tetap perlu disyahadatkan

itulah kelengkapan islam, syariat dan hakikat harus dijalani

 

sains Islam dan islamisasi sains jika mau dijalankan

ia harus dipikirkan masuk dalam kurikulum sekolah

sejak sekolah dasar

tentu tak mudah bagi saya untuk menyuntikkan metafisika dalam buku ajar anak sekolah dasar

tetapi tetap bisa diatasi

kita jabarkan dalam rangkaian proses

 

jadi posisi saya memang mirip Hamid Algar

yang menegur Hosen Nasr lantara ideenya berkeliaran di langit pemikiran

tidak segera melahirkan revolusi

juga tidak peka terhadap revolusi yang sedang berlangsung

tapi percayalah, ini bukan apologia

tetapi keterbatasan

atau kondisi terkini

 

mungkin menjadi lebih matang atau kian dewasa setelah berdiri Pesantren Sains, pesantren milenium

 

nyara teros sampornaagi

terimakasih,

 

dalam Nalar AAS

selain bahas dan beri contoh Sains Islam

saya jelaskan juga sedikit tentang Islamisasi Sains, Saintifikasi Islam

 

dalam Nalar AAS

Sains Islam muncul dalam wilayah epistemologi karena ontologi maupun aksiologi telah inheren dalam (dunia/diri) muslim

 

saya ingin mengajak sejawat dari jurusan/bidang biologi

untuk menelusuri semua referensi tentang semut

untuk mengetahui apa yang telah diketahui dan apa yang belum tentang semut

dari sini, biologi islam bisa dikembangkan

yang bisa jadi cabang dan bangunan baru sains berdiri dan berbeda dari bangunan sains saat ini

dikembangkan teknologi komunikasi semut

linguistik semut

spiritualitas semut

kosmologi semut

 

ISTAC, Selasa 22 Mei 2012

ada launching Syed Muhammad Naquib al-Atas Library

menghadirkan menag Malaysia dan putra-putri Naquib al-Atas

 

ISTAC awalnya lembaga yang berdiri sendiri

akhir tahun 90an gabung IIUM dan menjadi fakultas pemikiran islam

Syed Naquib al-Atas adalah pendiri ISTAC tersebut

penghormatan diberikan kepada sang pendiri dengan nama perpustakaan

yang dilengkapi sekian ribu buku koleksi Fazlur Rahman yang diwariskan ke ISTAC

(mengapa tidak diwariskan ke Indonesia ya?)

alhamdulillah,

AAS juga menjadi koleksi perpustakaan Naquib al-Atas ini

 

ada info menarik tentang Naquib al-Atas ini

ternyata beliau ada kaitannya dengan si burung camar Vina Pandu Winata penyanyi asal Bogor itu

Prof Naquib lahir di Bogor

berarti samaa dari Bogor

beliau juga ada kaitannya dengan artis cantik Dessy Ratna Sari asal Sukabumi

Prof Naquib di masa kecil pernah sekolah di Sukabumi

berarti samaa pernah di Sukabumi

 

AAS di Kuantan

 

Jumat 25 Mei 2012 pagi

jam 09.00-10.30

di Fakultas Sains

 

siang ba’da shalat Jumat

di masjid kampus IIUM Kuantan

manajemen masjid yang terpusat,

memerlukan waktu lama untuk turunnya ijin AAS boleh dipresentasikan di masjid

harus ada persetujuan “MUM” Majelis Ulama Malaysia

alhamdulillah turun juga

 

 

Agus Purwanto
International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC),

International Islamic University Malaysia (IIUM)

No 24 Persiaran Duta, Taman Duta, 50480, Kuala Lumpur

 

jika kita renungkan,

tentang banyak hal di Indonesia yang mayoritas muslim

dan sekaligus negeri muslim terbesar di dunia

ya di dunia

tolong dicatat, negeri muslim terbesar di dunia

bangsa tercinta Indonesia ini jika diibaratkan buku

maka buku itu hanya berisi Bab Pendahuluan

kita sudah mempunyai sekian Presiden

tetapi semua baru menulis Bab Pendahuluan

menterii-nya bahkan kembali ke belakang menulis Prolog

belum juga dimulai menulis Bab Satu

apalagi Bab Dua dan seterusnya

 

perhatikan para Capres 2014 yang telah dimunculkan,

mereka sudah siap, sangat siap

siap menulis Bab Pendahuluan yang baru

sekali lagi baru Bab Pendahuluan

 

mereka belum siap membaca dan menuliskan Bab AAS

apalagi Bab Nalar AAS

belum

mereka baru siap menulis Bab Pendahuluan

untuk meneguhkan jati diri sebagai Bangsa Bab Pendahuluan

 

sayang sekali

 


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: