hadiah umroh Gus Pur

11 02 2013

Mohon maaf,

Nalar Ayat-Ayat Semesta (Nalar AAS) tidak jadi terbit Muharram 1433/ Desember 2011

sedang diupayakan terbit sebelum Islamic Book Fair, Jakarta 2012 yang diselenggarakan Maret.

 

Nalar AAS, apa beda dari AAS?

Apa makna kata Nalar di depan AAS?

 

Bedanya jelas, ada kata nalar di depan AAS

Samanya, bertumpu pada ayatt kauniyah

ayat kauniyah dinalar,

mengapa dalam suatu ayat, isim muncu dalam bentuk tunggal bukan jamak?

mengapa dalam pasangan tawabik, isim muncul dalam tunggal dan jamak padahal harusnya tunggal-tunggal atau jamak-jamak?

ada implikasi fakta alam apa dari ayat yang demikian?

 

Tetapi mengapa ayat harus dinalar?

bukankah ada ulama yang melarang menalar ayatt?

apakah itu tidak melampaui batas?

 

@mail 26 Januari 2013

 

ketika AAS hadir di SMA Hidayatullah

25 Desember 2011 lalu

seorang peserta yang merupakan alumni SMA di situ

dan sekarang mahasiswa fakultas kedokteran bertanya

“sekarang ini para remaja makin tidak tertarik pada al-Qur’an,

bagaimana agar al-Quran kembali menjadi menarik?”

 

Nalar Ayat-Ayat Semesta

diawali dengan bab akal, ilmu dan alam

 

tentang akal

ada 49 kata akal di dalam alQuran

menariknya,

semua dalam bentuk kata kerja, fiil

bukan isim

menariknya lagi, 48 dalam fiil mudhorek

hanya 1 fiil madhiy

menariknya lagi

24 dengan redaksi ta’qiluun (kalian)

22 dengan redaksi ya’qiluun (mereka)

menariknya lagi

2 ayat ta’qiluun singgung fenomena alam sangat umum, siang-malam

sedangkan fenomena alam rinci dan spesifik muncul dalam redaksi ya’qiluun

seperti fenomena kapal, bintang, bumi, bulan, tanaman di bumi

dapat dipahami

fenomena alam hanya untuk mereka, qoumun ya’qiluun

kelompok perenung, kaum ilmuwan

jadi bukan fardlu ain lah

 

tetapi,

2 ayat ta’qiluun bercerita tentang bahasa Arab

dan menganjurkan kita memikirkannya

jadi setiap pembaca al-Quran ditegur,

diingatkan, disarankan

agar memahami basa Arab

jadi dekat ke kewajiban personal, setiap individu

 

 

 

 

Studium General

oleh Qinshoo Banjarmasin, sebuah media pembelajaran informal pengkajian Al Qur’an terapan dan QIC (Qur’anic Intelligence Center) serta LPP RRI Banjarmasin.

” Mukjizat dan Sains Al-Qur’an”

Narasumber  :

1. Agus Purwanto, DSc.  penulis buku Ayat-Ayat Semesta

2. Dodi Syihab, motivator Qur’an dan pembina QIC .

Pada
Ahad , 5 Februari 2012
Jam : 09 : 00 s/d 16 : 00
Tempat : Banjarmasin Post lt 5

AAS tampil di depan sekitar 200 siswa Qinshoo

siswa Qinshoo cukup unik

ada anakk, mahasiswa, ada kakek nenek 70 tahunan

ada tukang ojek, petani, mantan napi membunuh orang, profesional IT, jurnalis,

pengusaha, birokrat, pejabat

tapi semua tampak rapi tidak kumal

pemandangan yang jarang terjadi

aneka latar belakang sosial ekonomi berbaur jadi satu

tanpa sekat,

tanpa kepuraa-an,

tanpa rasa minder bagi yang dari “kelas” sosial bawah

tanpa keangkuhan dari yang kelas sosial atas

tanpa penghormatan berlebihan pada sang guru

bahkan sang guru hanya disapa/dipanggil dengan Bang

sapaan yang berlaku bagi semua siswa laki

Bang

saya pun disapa Bang GusPur

 

Qinshoo mulanya berpusat di Jakarta

tetapi kemudian pindah ke hutan Kalimantan

Jakarta cukup dijadikan cabang

seperti halnya cabang di pedalaman Tulungagung

 

materi pertama disampaikan Bang Gandos yang berbadan tambun

diselingi pertanyaan kepada para peserta

dan peserta yang disebut namanya pun segera menjawab lugas apa adanya

tanpa takut salah

 

sebelum AAS presentasi

peserta diajak menyanyi beberapa lagu khas Qinshoo

mars Qinshoo

dan lagu keimanan

yang diambilkan dari hadits lalu diaransemeni menjadi lagu yang sangat apik

memnyanyi dipandu seorang yang ternyata magister hukum

seperti panitia kegiatan lainnya, menggunakan jubah panjang berwarna putih

berjalan ke sana kemari sambil memetik gitar

 

“tubaa liman yaroniy wa amana biy

tubaa tubaa tubaa

liman lam yaroni tsumma amana biy

beruntunglah orang yang melihatku, kemudian mereka mengimaniku

dan lebih beruntung mereka yang tidak melihatku

tetapi mereka mengimaniku”

 

sangat khidmat

tanpa terasa air mata pun berlinang

 

lagu “Arab” selesai

dilanjut menyanyikan lagu “Amerika”

One Moment in Time yang telah dimodifikasi dengan syair tauhid

dipimpin istri sang guru

semua siswa pun menyanyi dengan kompak

 

Qinshoo kependekan dari Quranic International School

yang menarik

International tidak merujuk pada bahasa Inggris atau pun bahasa Arab

tetapi pada kebaikan hati dan ahlak

dengan budi pekerti, ahlak, dan hati serta pikiran yang baik maka orang akan diterima siapa saja secara universal

itulah Quran terapan ala Qinshoo

 

sebelumnya

Sabtu bang GusPur diterima di Pawontelogo, rumah makan di tengah telaga

oleh para punggawa QIC Quranic Intelligence Center

dari sana kemudian beralih ke sekretariat QIC

dan dilanjut kajian falak

sekitar 60 peserta, semua peserta pria berjubah putih

kecuali bang Gandos pemandu acara berjubah hitam

variasi usia peserta juga sangat variatif

ada anak usia SMA sampai kakek nenek

yang luar biasa

mereka bukan sekedar asyik nyimak, tetapi juga tampak rajin mencatat

tanpa satu pun peserta menampakkan wajah kantuk

acara yang berlangsung di alam bebas beratap terpal

karenanya bisa ditonton oleh orang lewat di jalan depannya

berlangsung sampai jam 01 dini hari

acara dihentikan karena bang GusPur besok pagi masih harus isi sampai sore

di lantai 5 Banjarmasin Pos

sebagaimana di halaman Banjarmasin Pos

di sekretariat QIC

poster besar bergambar bang GusPur bersama sang guru QIC dipasang

 

tahun lalu AAS dapat Award

Kalam Salman Award

 

Masih AAS di Qinsho Ahad kemarin

salah seorang siswa Qinshoo beri award AAS

Umroh 18 Maret

dan singgah 2 hari di New Delhi

 

tentu senang dan bahagia mendapatkan award ini

tetapi bang GusPur tekah punya komitmen di waktu yang bersamaan

yakni beri kuliah di ISTAC IIUM

alasan ini ditolak oleh sang pemberi award

“Bang GusPur, kalau undangan manusia saja abang sanggupi

maka undangan Allah dan Rasul-Nya harus lebih disanggupi lagi,

undangan manusianya bisa ditunda”

 

GusPur tak dapat berkataa dengan argumen bernuansa tasawwuf ini,

tentu bahagia mendapat kesempatan ke tanah suci

mimpi panjang dan doa yang terus terhambur seolah terjawab

tetapi

GusPur pun tidak ingin berharap berlebihan

agar tidak kecewa (lagi)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: