AAS ke-73 s.d 75

10 02 2013

AAS ke-73

Pengajian Ayatt Semesta

Aula Ma’had

Pondok Pesantren al-Fattah Buduran Sidoarjo Jawa Timur

Ahad, 12 Desember 2010

Jam 09.00-12.00

Hadir di acara ini sekitar 300 santri, orang tua santri dan asatidz. Masjid pun tidak mampu menampung, para orang tua mengalah duduk dan mengikuti uraian AAS dari serambi luar masjid. Usai presentasi jam 11, salah seorang ustadz meminta penjelasan bagaimana menumbuhkan kecintaan siswa/santri pada ilmu pengetahuan khususnya ilmu pengetahuan alam.

 

AAS ke-74

Sunday, 9 Jan 2011 / 13.00 - 15.30 pm
Venue : Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran - Jakarta (Academy of Quran Studies - JAkarta)
        Daerah Pasar Jumat, arah Ciputat
Programe : Public Lecture
Theme : Science in Quran and Its Context to Modern World of Islam*
Speakers : Prof. Dr.Mujaffar Iqbal 
           Dr.Agus Purwanto, ITS.
                  Dr. Haidar Bagir, Mizan.

Moderator : Imam ad-Daruquthni, 

Lebih dari 300 orang hadir dalam acara ini, selain mahasiswa STIA sendiri sebagian mereka datang dari daerah sekitar Jakarta seperti Tangerang dan Bekasi. Kursi yang disediakan tidak cukup, maka para hadirin tidak sedikit yang rela menyimak sambil berdiri uraian para nara sumber.

Gus Pur bocorkan sebagian isi buku AAS 2
Al-Quran menganjurkan manusia berfikir, ada 49 kata dengan akar aqala. Uniknya semua dalam bentuk fiil, 48 fiil mudharek dan hanya satu fiil madhi.
24 dengan ta’qiuun, 22 ya’qiluun 
hanya 2 dari ta’qilun yang dorong pengamatan alam, itupun fenomena umum yang setiap orang merasakan, siang malam.
Sedangkan fenomena alam rinci seperti kapal di laut, tumbuhan di berbagai bagian bumi, diungkap dalam ya’qiluun, qaumun ya’qilun ...sekelompok peneliti, perenung, pemikir
Artinya, perenungan alam diserahkanpada suatu kelompok tertentu, bukan wajib ain. 

Nama Prof. Muzaffar Iqbal,  tak bisa dipisahkan dari CIS, Central for Islam and Science yang didirikannya di Alberta, Kanada tahun 1999.  Lewat CIS, Prof. Muzaffar yang juga bertindak sebagai editor,
mempublikasikan banyak tulisan berkaitan dengan Islam, Islam dan Barat, Sejarah Ilmu Pengetahuan dan Peradaban Islam serta sastra.

Sebagai sarjana kimia dari Universitas Punjab, Prof. Muzaffar tak hanya menaruh minat  dalam kemajuan ilmu pengetahuan,  pria kelahiran Lahore itu juga mempelajari sastra, sejarah, filsafat dan agama. 
Sempat mendalami bidang  biokimia di Amerika dan Kanada,  Prof.Muzaffar yang berdarah Pakistan juga  mengajar bahasa di Amerika.

Di Pakistan, Prof. Muzaffar bergabung dengan OIC(Organization of the Islamic Conference) dan COMSTECH (Committee on Scientific and Technological Cooperation (COMSTECH), serta PakistanAcademyof
 Sciences.

 Bersama COMSTECH, Prof. Muzaffar telah mengembangkan program kerjasama IPTEK di beberapa negara  Muslim, namun karena reformasi di tubuh COMSTECH gagal dilaksanakan,, Prof. Muzaffar pindah ke Kanada dan
mendirikan CIS.  

Telah menulis beberapa buku termasuk buku-buku berbahasa Urdu, kini Prof. Muzaffar  tengah menyusun buku penting: Integrated Encylopedia of the Quran(Ensiklopedia Intergrasi Islam).

 

AAS ke-75

Rabu 19 Januari 2011

Jam 09.00-17.00

Workshop Kurikulum Terpadu Islam dan Sains

STAIN Batusangkar Sumatra Barat

Hadir Ketua (sebagai ganti istilah Rektor) STAIN, wakil ketua 1, mantan ketua, beberapa dekan, beberapa kaprodi dan para dosen, total sekitar 55 orang.

 

Sebagai pendahuluan, Gus Pur mengulas secara singkat evolusi kelahiran IAIN, UIN dan STAIN. Semangat yang mendasari kelahiannya adalah kerinduan akan dijadikannya Islam sebagai pijakan dan bingkai bagi tumbuhnya ilmu pengetahuan. Huruf I yang merupakan kependekan dari kata Islam di PT ini membedakan dari PT lainnya, yang sekaligus harus ditampilkan secara riel. Tanpa I, IAIN, UIN dan STAIN menjadi IAN, UN, STAN yang tidak ada bedanya dari PT yang lain. Di UIN dan STAIN ada jurusan fisika, teknik dan kedokteran. Pertanyaannya, apa yang membedakannya dari jurusan yang sama di PT tanpa label Islam?

Selanjutnya, diuraikan 3 relasi antara Islam dan sains, yang sebenarnya merupakan bagian dari isi buku lanjutan AAS, Nalar AAS. 3 relasi tersebut adalah Islamisasi Sains, Saintifikasi Islam, dan Sains Islam. Untuk memahami dan realisasi Sains Islam mensyaratkan tiga pemahaman minimal yaitu pokokk ajaran Iislam, filsafat dan bahasa Arab. Pembedaan paling sederhana IAIN, UIN, STAIN dari PT tanpa I adalah topic khusus seperti ilmu falak sebagai representasi astronomi dengan spirit dan untuk kepentingan ibadah maghdhah.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: