AAS ke-71, STAIN Batusangkar SumBar

26 11 2010

dalam “SEMINAR ON ISLAMIC EPISTEMOLOGY AND INTEGRATION OF KNOWLEDGE,
SCIENTIFIC SIGNS IN AL-QURAN AND SUNNAH”

Prodi Fisika,
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Batusangkar Sumatera Barat
Sabtu, 13 Nopember 2010

Ada dua acara
09.00-12.30 AAS
13.30-16.30 Pelatihan Penentuan Arah Kiblat

Susunan Acara Pembukaan
1. Kalam Ilahi
2. Sambutan
I. Kaprodi Fisika, Bp Marjoni Imamora, MSc.
Beliau kutip statement AAS, ”AntiSains identik dengan Anti-Tuhan”
Ii. Pembantu Ketua I, Bp Drs. Syahril Tanjung, MA.
STAIN Batusangkar dulunya adalah Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol. Sekarang punya 12 prodi dan 105 dosen tetap. Acara seminar dan lokakarya hari ini diharapkan mampu memberi motivasi dan membuka wawasan civitas akademika STAIN khususnya mahasiswa agar tidak seperti katak dalam tempurung.
Dikotomi ilmu agama dan ilmu umum diperkenalkan oleh penjajah untuk memisahkan dan menjauhkan umat dari ilmu. Orang Islam harus mempelajari semua ilmu, sebagaimana perintah Nabi saw, ”utlubil ilma min al-mahdi ila al-lahdi” meskipun ilma di sini isim mufrad tetapi bermakana segala ilmu. Seperti kata al-hamdulillah, meski alhamdu mufrad tetapi tidak ada yang mengartikan satu pujian bagi Allah tetapi segala puji bagi Allah.
3. Doa
Acara AAS dipandu ibu Novia Lizelwati, MPd.Fi. Dari jumlah hadirin bisa tikatakan tidak terlalu banyak, sekitar 150 orang. Maklum saat itu ada 4 kegiatan yang berlangsung bersamaan dan katanya semua dibuka oleh bapak Pembantu Ketua 1 STAIN Bp Drs Syahril Tanjung, MA., dan AAS yang dibuka pertama. Jumlah ini relatif bertahan sampai jam 16.30 sore. Ketika presentasi AAS sedang berlangsung, listrik sempat mati dua kali yaitu ketika sampai pada gambar jahe hidayah dan gambar celana ketat.
Selesai presentasi hanya ada dua pertanyaan yang diijinkan mengingat waktu, dan lima pertanyaan disampaikan sesuai pelatihan falak penentuan arah kiblat. Pertanyaann tersebut
1. Dunia islam secara umum anti-ilmupengetahuan tetapi ada satu negara yang menonjol dalam ilmu pengetahuan sampai bisa ngembangkan nuklir, yaitu Iran. Tetapi negaraa Islam sendiri malah ikut menjauhi Iran, bagaimana solusinya?
2. Terkait dengan bencana yang marak saat ini, agama menyatakan ini terjadi karena ulah dan kelalaian manusia sedangkan sains menyatakan negeri kita berada dalam sabuk gempa sehingga wajar terjadi. Bagaimana mendamaikan pandangan ini?
3. Dalam agama disebutkan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk lakii. Bagaimana sains menjelaskan hal ini ?
4. Sains itu sulit dan tidak menarik. Bagaimana al-Quran menceritakan tentang sains? Bagaimana caranya agar sains menjadi menarik atau kita tertarik pada sains?
5. Di buku ada sederetan angka panjang, bagaimana cara menentukan bahwa angka di hal ….itu adalah angka ganjil?
6. apakah posisi Bumi bagian selatan katulistiwa mengalami keadaan siang terus menerus dalam tanggal yang sama?
7. Apa atau bagaimana menggantikan teorii yang tadi disinggung bertabakan dengan agamag?
Jawaban atas pertanyaann tersebut
1. Bagaimanapun juga Iran adalah muslim meski syiah, mestinya kita lebih bersaudara. Kita kan bisa bersaudara dengan non-muslim mengapa tidak dengan yang muslim meski ada perbedaan politis dalam kepemimpinan pasca Rasul saw?
2. Ada 3 kelalaian manusia khususnya para pemimpin dalam kasus musibah demi musibah yang kita alami.
I. Bila sudah tahu daerah kita bergunungg bahkan rawan gempa karena ada di wilayah sabuk gempa mestinya perguruann tinggi kita punya jurusan geofisika, geologi dan sejenisnya. Ternyata khan tidak, nah ini kelalaian pertama
II. Bila sudah tahu daerahh tertentu rawan gempa atau bencana mestinya daerah itu dikosongkan dari hunian. Ternyata khan tidak, ini kelalaian kedua
III. Bila secara umum daerah kita rawan gempa maka konstruksi rumah juga harus dirancang yang aman gempa. Ternyata khan tidak, inilah kelalaian ketiga.
Kelalaian itu sepenuhnya tanggung jawab pemerintah, bahwa pemerintah telah melakukan tugas tapi khan belum seberapa dan masyarakat juga cenderung tidak percaya karena pemerintah belum mampu menciptakan kepercayaan kepada masyarakatnya sendiri. Contoh gampang, betapa tidak sedikit bantuan yang hilang tidak jelas, dan tidak ada tindakan tegas.
Di Jepang ada fenomena alam yang dahsyat berlangsung setiap tahun di musim panas dan mampu memporak porandakan perumahan dan pepohonan. Fenomena itu adalah taifu, angin topan yang menghancurkan. Menariknya, taifu yang dalam satu musim bisa muncul sampai puluhan kali ini telah diidentifikasi dengan sangat baik, taifu nomor x akan muncul di laut dengan posisi sekian derajat bujur timur dan sekian derajat lintang utara, bergerak dengan kecepatan sekian ke arah ini denga ketinggian inti taifu sekian meter. Nah, pemerintah mengumumkan dan menghentikan transportasi khususnya kereta api cepat shinkansen ketika taifu melintas daerah terkait. Akibantnya, taifu sebagai fenomena alam tidak bisa dicegah tetapi korban manusia bisa dihindari.
Selain itu, sebenarnya kita juga masih bisa memindah atau menunda bencana dengan doa seperti kisah tiga orang yang terperangkap di dalam goa yang tertutup batu besar. Mereka tidak bisa memindahkan batu tersebut meski bersama. Akhirnya mereka mencoba mengingatt kebaikan masingg, dan sedikit demi sedikit batu besar penutu goa bisa digeser dan mereka bisa keluar goa. Peristiwa di luar jangkauan nalar ilmiah.
3. Itu bukan agama, tetapi ada dalam tafsir yang berasal dari ceritaa israiliyat. Nah. Kita gak perlu bahas secara ilmiah karena dasarnya bukan agama.
4. al-Quran telah mengisyaratkan dengan 800 ayatnya tentang fenomena alam, jadi tidak seharusnya kita abaikan. Agar menjadi tertarik pada sains, baca dulu bukuu populer tentang sains, juga bukuu tentang para ilmuwan. Seperti buku Surely, You are joking Mr Feynman atau A Brief History of Time. Jangan yang teknis matematis dulu.
5. lihat angka paling belakangnya, 1, 3, 5, 7 atau 9.
6. tidak tetap, bergeser naik turun satu dua hari dalam satu tahun.
7. idealnya kita bangun teori baru secara keseluruhan, tetapi saat ini teori atom kuantum telah menolak gagasan materi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Sekarang para ahli fisika menerima konsep partikel dan antipartikel, keduanya bila ketemu bisa musnah, dan keduanya bisa berawal dari ketiadaan partikel-antipartikel.

Jam 14 pelatihan falak dimulai, ada pengantar sebentar lalu praktek di lapangan agar matahari tidak keburu condong ke barat dan tertutup awan sehingga tidak memberi bayangan. Setelah praktek sekitar setengah jam, peserta kembali ke dalam kelas mengikuti materi teori penentuan arah kiblat. Peserta menghitung dengan kalkulator yang Gus Pur bawa dari Surabaya, dan peserta enjoy serta ceria sampai akhir. Acara AAS di STAIN Batusangkar kota bersejarah 100 km dari Padang ke arah timur laut ini membuat prestasi tersendiri yaitu dengan peserta yang 90 persen mahasiswa, buku AAS dan HIKARI terjual habis 2 dus (atau sekitar 00 eksmplar) jelas merupakan rekor baru dalam penjualan buku di forum AAS yang telah ke 71 kali ini. Ini tidak lepas dari kebaikan hati bapak Marjoni Imamora MSc selaku Kaprodi yang murah hati meminjami uang kepada mahasiswa yang pengen beli buku tetapi kebetulan gak punya uang. Langkah pimpinan yang patut diteladani. Memang ada beberapa tempat yang bisa menjual lebih dari 100 eksemplat tetapi dengan audiens dewasa yang berpenghasilan sendiri. Selamat untuk STAIN Batusangkar. (RH)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: