Kuliah Sains Islam

28 02 2013

Sabtu 2 Juni 2012

 

dalam usia 4 tahun
AAS telah tampil 102 kali
di IIUM Kuala Lumpur saja 4 kali
di IIUM Kuantan 2 kali

saatnya AAS mengkristal menjadi gerakan sistematis
insya Allah
mulai semester ganji 2012/2013
AAS hadir dalam kuliah rutin
Kuliah Sains Islam
sekali sepekan
jam 16.00-17.00
di
Pascasarjana Fisika ITS
peserta inti:
mhs pascasarjana fisika ITS

 

Senin 4 Juni 2012

 

Kuliiah Sains Islam

insya Allah akan diselenggarakan di Pascasarjana Fisika ITS semester depan

tetapi

program ini merupakan program informal

(belum diformalkan oleh ITS, masih karepe GusPur dewe

memanfaatkan mahasiswa militan)

 

nah, ada ide atau usulan dari salah seorang pembaca setia woroo AAS

usulnya begini

Kuliah Sains Islam direkam dan disebarluaskan

 

jelas ini usul yang bagus

 

untuk merekam perlu video_camera ya

tahun 2007/2008 ketika GusPur ngamati/riset purnama selama satu tahun juga direkam

video_camera bisa sewa, juga bisa beli

 

nah,

GusPur ngundang sampeyan yang dukung gerakan ini

untuk support Rp 500.000 / orang

silahkan kirim ke rekenening

a.n Agus Purwanto

no 142-00-0728590-0

Bank Mandiri KCP Sby PDAM

yang sudah transfer dana silahkan informasikan ke no hp 085648882554

akan diumumkan via woroo juga sehingga tranparan

jika mau diumumkan dengan nama samaran, silahkan tuliskan nama samaran yang sampeyan inginkan agar dana sampeyan tetap terkontrol/terawasi

 

bila lebih,

bisa untuk pengadaan referensi atau sebarkan rekaman

 

salam

 

email berikutnya di hari yang sama

 

Mumpung belum,

dari dana yang terkumpul nanti

insya Allah tidak ada yang diambil atau diberikan GusPur sebagai honor atau apalah namanya

“in ajriya illa ‘alallah,

aku tidak berharap upah dari kalian, melainkan dari Allah semata”

 

email lanjutan pada hari yang sama

 

alhamdulillah,

sms 20;35 Senin 4 juni 2012

 

Aww Gus Pur, barusan saya transfer 500rb via Mandiri guna mendukung Program Kuliah Sains Islam. smg bs bermanfaat. Salam kenal. www (disamarkan: Hamba Allah MIDK Yk/BA)

 

7 juni 2012

 

  1. Hamba Allah: MIDK Yk/BA sms Senin 4 Juni 2012 jam 20:35
    2. Hamba Allah: HK membermiliskg_17@yahoo.com Tue 6/5/12 3: 38 AM
    3. member milis MS,  sms Kamis 7Juni 2012 jam 13:33

    Ass,”Saya ndak ingin bertanya apa itu sains islam, apa perlu ada sains islam, apa bedanya sains islam dengan sains. yg perlu adalah mendukung program kuliah sains islam Gus Pur”:).

11 juni 2012

 

AAS kembali menyusuri daerah
dalam penampilannya yang ke-103 nanti 
Ahad 16 Juni 2012
di Kecamatan Ngunut Tulungagung
AAS didahului oleh
Kajian Kalender Islam
pada Jam 06.00-07.30
dengan kisii materi:
a. kalender qomariyah
b. caraa penentuan awal bulan qomariyah
c. aneka kriteria awal bulan qomariyah

Selanjutnya, 

08.30-11.00

Bedah Buku Ayat-Ayat Semesta 

12 Juni 2012

 

simetri merupakan sifat dasar alam

bahasa matematik dari simetri adalah teori grup

 

di al-Quran kesimetrian diperlihatkan juga secara eksplisit

coba buka surat Yaasiin ayat 40

ayat yang bercerita tentang tidak mungkinnya matahari mendahului bulan

dalam geraknya,

keduanya mempunyai orbitnya sendiri

kullun fiy falakin

masingg atau semua dalam orbitnya

perhatikan teks aslinya

perhatikan tulisan Arabnya

tuliskan satu demi satu huruf Arabnya

dari kiri ke kanan

kaf lam fak yak fak lam kaf

dari kanan ke kiri

kaf lam fak yak fak lam kaf

 

simetri khan?

coba buka surat al-mudatstsir ayat 3

rabbuka fa kabbir

dan Tuhanmu, agungkanlah

perhatikan tulisan Arabnya

tuliskan dari kanan ke kiri

rak bak kaf fak kaf bak rak

dari kiri ke kanan

rak bak kaf fak kaf bak rak

 

simetri khan?

 

untuk al-Mudatstsir 3 tampak simetri sempurna

tetapi Yaasiin 40 tampak adanya spontaneous symmetry breaking

tapi keduanya simetri di tingkat energi biasa

 

ref: linguisticmiracle.com

 

masih 12 Juni 2012

 

— On Tue, 6/12/12, Anwari WMK <anwari_kpj@yahoo.com> wrote:

 

Kak Toan
Mak engak otak atik gatuk?
wkwkwkwk

translation-nya

Kok seperti nyocokk-kan

 

> itulah keunggulan, keutamaan dan keagungan al-Quran

> dicocokk kan memang akan cocok

> ditidakcocokkan, akan gagal yang melakukannya

> dalam Nalar AAS telah dibahas pola hubungan alQuran –> alam dan pola alam –> alQuran yang telah melahirkan upaya islamisasi sains dan sains islam

 

Maurice Bucaile mulanya mencocokkan ilmunya dengan alQuran, menjadi sangat takjub lalu bersyahadat

seorang ahli linguistik lihatt bahasa dan tulisan alQuran lalu nemu pola simetri itu

yang menarik dari QS 36:40, ayat ini adalah ayat astronomi, di Nalar AAS dijelaskan bahwa implikasi ayat ini adallah Bumi berotasi, tidak diam sebagaimana argumen para penganut geosentris

di ayat ini, ditegaskan adanya orbitt setiap benda langit

dan

yang tidak kalah menariknya

orbit itu tidak chaos atau pun acak

tetapi simetri

juga tidak disampaikan dengan bahasa awam secara langsung tetapi pola tulisan yang hanya dapat ditangkap oleh orangg serius

qaumun ya’qilunn

alias kelompok ilmuwan

 

salam





masih di kualalumpur

23 02 2013

17 Mei 2012

contoh sederhana Teknologi Islam adalah
rancangan toilet, bagaimanapun bentuk rumah, harus menghindarkan pemakainya
buang air besar maupun kecil menghadap atau membelakangi kiblat
rancangan kran air harus dibuat agar air tidak muncrat sehingga pengguna
terhindar dari najis
di dalam rancangan teknologi umum (western technology) hal ini jelas tidak
menjadi konsideran

18 Mei 2012

alhamdulillah,

hasil utama saya di Malaysia adalah “upaya serius Malaysia menjadikan Islam sebagai way of life” masyarakat

sementara di kita, hanya menjadi bahan ceramah di masjid istiqlal dan sekitarnya

sekedar pantess an

 

maka model yang pernah saya berikan benar adanya

di fisika tepatnya di fisika bahan atau di dalam teori medan elektromagnetik dibahas satu teori gas elektron untuk logam

di dalam logam terdapat banya elektron bebas

bergerak sangat aktif, ke sana kemari

acak

sehingga netto kecepatan nol !!!

itulah muslim indonesia

sangat dinamis,

ada Muhammadiyah dan NU yang besar

ada Persis, al-Irsyad, FPI, HTI, Ahmadiyah, Syiah, juga Islam Liberal yang tak terlalu besar

perhatikan,

mereka sangat aktif

tapi saling meniadakan
dan

kita pun tetap beginii saja

hari ini tak jauh beda dari kemarin atau atau tahun lalu

tahun depan bahkan bisa jadi lebih buruk dari hari ini

 

Malaysia,

tak terlalu dinamis

tapi ada Pemimpin Visioner dan berpihak

elektronn bergerak lamban tetapi ada dan mendapat medan listrik luar

maka terjadi lah drift velocity yang kecil sekali

tetapi karena ada arah maka lampu pun menyala

ada terang

 

lalu,

kapan kita mengarah pada masa depan yang khas

85% masyarakat ini muslim

maka harus hidup dengan kultur dan tradisinya sendiri

islam dengan kiblatnya Makkah dan Madinah bukan San Diego, Manhattan, atau Brokelyn

hayo lebih serius, fokus dan terus menerus konsisten

 

(untuk meneguhkan gagasan Sains Islam ini,

sore ini saya ke KLCC Kuala Lumpur Convention Center

lalu ke lantai 5 tempat toko buku Kinokuniya

toko buku yang dulu rutin saya datangi di Osaka,

pakai fasilitas juhacchikippu dari Saijo Higashi Hiroshima

alhamdulillah, setelah pilihh dan pertimbangkan dana yang ada

saya hanya beli 6 buku,

salah satu judulnya adalah Islam’s Quantum Question oleh Nidhal Guessoum

lumayan … dalam rupiah sekitar Rp 1.080.000,- (satu juta delapan puluh ribu rupiah)

uang siapa untuk beli ini?

tentu uang jajan anakk saya …

lha kalau sudah untuk urusan ilmu, susah cari funding)

 

jadi mari mulai realisasi islamisasi via toilet

suarakan ke menristek, mendiknas, menag, menko ekuin

mulai yang pang gampang

tapi serius difollow up gitu

 

hayo hayo dan hayo

 

salam

 

22 Me1 2012

 

AAS pada akhirnya masuk presentasi yang ke 100

dalam Bengkel Sains-Tauhid Siri 1

di International Institute of Islamic Thoght and Civilization (ISTAC),

International Islamic University Malaysia (IIUM)

Sabtu 19 Mei 2012

Jam 10.00 s.d 16.30

 

dalam momen ini

AAS tampil lebih rinci karena waktu yang disediakan adalah 4 jam

yakni dalam 3 sesi: masingg 1.5 1.5 dan 1 jam

power point-nya 152 halaman

 

lha terus ppt-nya diisi atau ditulisi opo wae?

rincian AAS yang bisa menginspirasi dan diterjemah dalam integrasi pengajaran Sains-Tauhid dan Tauhid-Sains

memang,

sempat masuk juga Nalar AAS ketika deskripsi tentang Akal dan Bahasa Arab dalam al-Quran, bagian ini memang terurai dalam Nalar AAS

 

selain guru IPA dan Agama,

hadir juga para mahasiswa bidang integrasi sains-agama beberapa universitas di Kuala Lumpur

total 40 sekian peserta

yang menarik,

ada juga peserta yang takpaham bahasa Melayu/Indonesia

tetapi sangat aktif memotret dan mencatat (entah apa yang dicatat)

bahkan minta waktu diskusi ketika teabreak 15 menit

tapi seorang saja, dan she looks marvelous

mahasiswi asal Iran

dia kejar konsep sains islam versi AAS,

dia singgung string theory,

dia tanya prospek teori unifikasi dan partikel Higgs

semua jawaban yang saya berikan dia tulis dalam bahasa Arab

 

seperti halnya di Indonesia,

di Malaysia mulai ada kesadaran dan gerakan integrasi pengajaran sains dan agama

contoh di SD al Jannah Cibubur Jakarta

perkenalan ayat-ayat kauniyah telah masuk dalam buku teks sains jilid 1 s.d jilid 6

ngaji tidak lagi dominasi guru agama

guru sains pun juga berikan ayat al-Quran

 

istilah pelajaran agama di sekolah dan rapor seharusnya diganti untuk mengurangi dan meniadakan dikotomi agama dan bukan agama

istilah pelajaran agama diganti istilah lebih khusus, misal, sejarah islam, fikih atau adab

maka semua mata pelajaran menjadi setara dan merupakan bagian dari agama

matematika bagian dari agama

ilmu pengetahuan alam bagian dari agama

olah raga bagian dari agama

lebih khusus lagi fisika, kimia, biologi merupakan bagian dari agama seperti halnya fikih dan sejarah islam

 

AAS mengarah dan merancang integrasi sains-tauhid di pengajaran sekolah

 

From: Anwari WMK <anwari_kpj@yahoo.com>
Subject: Re: [irmc-jember] AAS ke 100 itu

Date: Tuesday, May 22, 2012, 6:06 PM

Numpang nanya kak toan

> nyara tretan
Apa integrasi agama-sains itu digarap sungguh-dungguh?

> secara fisik sungguhh lah
Apa itu bukan sekadar mode, more style than essence?

> secara dialektis memang perlu terus diperdebatkan agar menjadi lebih fokus terarah
Apa bukan kekonyolan macam Harun Yahya?

> dalam proses bisa jadi harus melalui tahap konyol seperti itu, tetapi sejarah khan seringkali memang harus diawali dengan kekonyolan, apalagi ketika kekonyolan hanya masalah selisih sudut pandang

yang jelas,

perubahan harus dilakukan,

terkait dengan al-Quran sebagai frame of mind kita,

pertama al-Quran harus didekatkan dulu

lalu dikenali sebelum akhirnya dicintai dan digauli

dari sana terjadi persetubuhan

dan lahir jabang bayi peradaban baru

peradaban Islam

begitu yang saya tahu

dan saya jalani

Sakalangkong

From: Anwari WMK <anwari_kpj@yahoo.com>

Date: Tuesday, May 22, 2012, 7:10 PM

Kalau boleh sul usul,
Tak perlu menduplikasi kekonyolan macam Harun Yahya.
Malah harus amat sangat dihindari.
Untuk bisa paham hakikat Higgs boson aja sudah meniscayakan adanya integrasi sains-tauhid, tanpa harus demontrasi nomenklatur tauhid.
Kalau model Harun Yahya cara melihatnya, maka bakalan jadi concolon.com . . . . wkwkwkwk

Maksud saya kak toan
Jangan hanya epistemologi yang digarap.
Konstruksi ontologi justru sangat penting, yaitu ontologi yang kosmologis.
Kata reng Madure: cosmological ontology.

Kan sederhananya gini:
[Ontologi] + [Kosmologi] = Metafisika
Metafisika = Tauhid

Saya kalau merenungi ayat-ayat Qur’an habis tahajud itu selalu terbersit kesimpulan: ontologi itu lebih penting dari epistemologi.
Tapi cosmological ontology.
Bukan sekadar “ontologi gunung raung”, tapi semua gunung hingga yang teronggok di galaksi primitif.

Sakalangkong kak toan

 

> Jawab

Tentu boleh, bahkan wajib usul

tapi tretan juga harus terima kecerdasan saya yang tak terlalu seberapa ini

seperti yang telah saya sampaikan

saya pernah cerna gagasan Sains Islam Nasr, Sardar dan Naquib al-Atas dan saya bingung alias tak mampu menerjemahkan gagasan mereka dalam sains alam dan operasionalnya dalam dunia pendidikan

paling pendekatan struktural ala al-Faruqi yang saya tangkap

lalu

saya coba merenung sendiri tentu ditambah serpihann gagasan dari para tokoh tersebut yang sempat saya kantongi

lalu muncul Sains Islam versi AAS yang menekankan pada epistemologi wahyu alias epistemologi teks

 

dalam natural science masalah syirik ilmiah muncul dalam pondasi mekanika Newtonian, tetapi masalah tersebut telah dikoreksi oleh teori kuantum

artinya, teori kuantum memang lebih relijius tetapi belum islam

maka diperlukan islamisasi yang sekilas tampak konyol

tetapi dalam perspektif fikih itu perlu dan harus

sebab orang Jepang yang tekun, kerja keras dan disiplin juga amanah memang telah islami tetapi belum muslim karena belum baca dua kalimat syahadat

jadi tetap perlu disyahadatkan

itulah kelengkapan islam, syariat dan hakikat harus dijalani

 

sains Islam dan islamisasi sains jika mau dijalankan

ia harus dipikirkan masuk dalam kurikulum sekolah

sejak sekolah dasar

tentu tak mudah bagi saya untuk menyuntikkan metafisika dalam buku ajar anak sekolah dasar

tetapi tetap bisa diatasi

kita jabarkan dalam rangkaian proses

 

jadi posisi saya memang mirip Hamid Algar

yang menegur Hosen Nasr lantara ideenya berkeliaran di langit pemikiran

tidak segera melahirkan revolusi

juga tidak peka terhadap revolusi yang sedang berlangsung

tapi percayalah, ini bukan apologia

tetapi keterbatasan

atau kondisi terkini

 

mungkin menjadi lebih matang atau kian dewasa setelah berdiri Pesantren Sains, pesantren milenium

 

nyara teros sampornaagi

terimakasih,

 

dalam Nalar AAS

selain bahas dan beri contoh Sains Islam

saya jelaskan juga sedikit tentang Islamisasi Sains, Saintifikasi Islam

 

dalam Nalar AAS

Sains Islam muncul dalam wilayah epistemologi karena ontologi maupun aksiologi telah inheren dalam (dunia/diri) muslim

 

saya ingin mengajak sejawat dari jurusan/bidang biologi

untuk menelusuri semua referensi tentang semut

untuk mengetahui apa yang telah diketahui dan apa yang belum tentang semut

dari sini, biologi islam bisa dikembangkan

yang bisa jadi cabang dan bangunan baru sains berdiri dan berbeda dari bangunan sains saat ini

dikembangkan teknologi komunikasi semut

linguistik semut

spiritualitas semut

kosmologi semut

 

ISTAC, Selasa 22 Mei 2012

ada launching Syed Muhammad Naquib al-Atas Library

menghadirkan menag Malaysia dan putra-putri Naquib al-Atas

 

ISTAC awalnya lembaga yang berdiri sendiri

akhir tahun 90an gabung IIUM dan menjadi fakultas pemikiran islam

Syed Naquib al-Atas adalah pendiri ISTAC tersebut

penghormatan diberikan kepada sang pendiri dengan nama perpustakaan

yang dilengkapi sekian ribu buku koleksi Fazlur Rahman yang diwariskan ke ISTAC

(mengapa tidak diwariskan ke Indonesia ya?)

alhamdulillah,

AAS juga menjadi koleksi perpustakaan Naquib al-Atas ini

 

ada info menarik tentang Naquib al-Atas ini

ternyata beliau ada kaitannya dengan si burung camar Vina Pandu Winata penyanyi asal Bogor itu

Prof Naquib lahir di Bogor

berarti samaa dari Bogor

beliau juga ada kaitannya dengan artis cantik Dessy Ratna Sari asal Sukabumi

Prof Naquib di masa kecil pernah sekolah di Sukabumi

berarti samaa pernah di Sukabumi

 

AAS di Kuantan

 

Jumat 25 Mei 2012 pagi

jam 09.00-10.30

di Fakultas Sains

 

siang ba’da shalat Jumat

di masjid kampus IIUM Kuantan

manajemen masjid yang terpusat,

memerlukan waktu lama untuk turunnya ijin AAS boleh dipresentasikan di masjid

harus ada persetujuan “MUM” Majelis Ulama Malaysia

alhamdulillah turun juga

 

 

Agus Purwanto
International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC),

International Islamic University Malaysia (IIUM)

No 24 Persiaran Duta, Taman Duta, 50480, Kuala Lumpur

 

jika kita renungkan,

tentang banyak hal di Indonesia yang mayoritas muslim

dan sekaligus negeri muslim terbesar di dunia

ya di dunia

tolong dicatat, negeri muslim terbesar di dunia

bangsa tercinta Indonesia ini jika diibaratkan buku

maka buku itu hanya berisi Bab Pendahuluan

kita sudah mempunyai sekian Presiden

tetapi semua baru menulis Bab Pendahuluan

menterii-nya bahkan kembali ke belakang menulis Prolog

belum juga dimulai menulis Bab Satu

apalagi Bab Dua dan seterusnya

 

perhatikan para Capres 2014 yang telah dimunculkan,

mereka sudah siap, sangat siap

siap menulis Bab Pendahuluan yang baru

sekali lagi baru Bab Pendahuluan

 

mereka belum siap membaca dan menuliskan Bab AAS

apalagi Bab Nalar AAS

belum

mereka baru siap menulis Bab Pendahuluan

untuk meneguhkan jati diri sebagai Bangsa Bab Pendahuluan

 

sayang sekali

 





Jombang-Magetan

19 02 2013

AAS ke-98

Spirit Ilmiah Guru Sains Tebuireng

di Ponpes Tebuireng Jombang

Sabtu 5 Mei 2012

Jam 10.00-13.00

 

pagi yang diliputi rintik hujan

GusPur dianter sang permaisuri nuju terminatl bus kota Bratang

naek honda bebeknya yang telah 10 tahun setia menemaninya

naluri anak muda GusPur pun otomatis tumbuh

naek motor agak pot ngepot

sekedar untuk ngurangi efek gerimis

 

dari Bratang langsung nuju Bungurasih

di terminal bus yang sesungguhnya berada di wilayah kota udang Sidoarjo

GusPur langsung clingak clinguk cari bus PATAS jurusan Blitar

karena bus inilah satuu-nya yang lewat ponpes Tebuireng

busnya sudah siap di posisi paling depan

berukuran kecil tidak seperti bus antar kota umumnya

Surabaya-Jombang Rp 15.000

 

jelang jam 09 bus brenti di depan ponpes Tebuireng

setelah turun GusPur kemnali clingak-clinguk cari tempat ganti baju

selain karena sempat basah kegerimisan juga baju seragam PNSnya yang sudah kumal

jadi ya harus ganti

dapat ruang ATM BRI yang kebetulan tidak orang ambil duit di dalamnya

GusPur masuk dan ganti baju

kaca tidak tembus pandang

taklama berselang GusPur keluar ATM dan sudah mirip ustadz yang ditelivisi

 

nyeberang jalan dan masuk area pondok

tentu lapor dan ditanya satpam dulu

dan langsung nuju rumah kediaman Gus Sholah

dan Gus Sholah pun sudah siap terima kehadiran tamunya setengah kyai kok Agus

begitu dulu GusPur dipanggil temann kontrakannya di Haurpancuh,

kyai kok Agus

 

ternyata Gus Sholah tidak sendiri

beberapa staf ikut mendampingi

mereka ternyata adalah orangg yang ditugasi Gus Sholah untuk merealiasi gagasan kyai kok Agus: Pesantren Sains

 

yup,

Pesantren Sains

adalah materi utama perbincangan empat mata Gus Sholah dan GusPur tiga pekan silam

sebelum GusPur berangkat menuju Jiran yang menakjubkan

tanah enam hektar sudah siap

 

jam 10an Pesantren Sains disinggung ketika Gus Sholah memberi sambutan sebelum acara AAS

di lantai 3 aula pertemuan ponpes Tebuireng

rencana dimatangkan setelah GusPur kembali dari negeri Siti Nurhaliza 31 Mei

begitu ungkap beliau pada para santri dan asatidz

 

presentasi bersejarah dimulai

sangat bersejarah bagi GusPur yang telah jadi aktivis sejak SMA

tetapi aktifnya di ormas “rival” NU, Muhammadiyah

tepatnya di Ikatan Pelajar Muhammadiyah

fakta itu GusPur katakan di pendahuluan agar tidak muncul duri di belakang

persamaan harus dipertemukan, tidak perlu menonjolkan perbedaan

jika NU dan Muhammadiyah bersatu

gelombang besar kebangkitan Islam tak terbendung oleh kekuatan apa pun

tepuk tangan begema memenuhi ruang yang dibangun oleh politisi PAN Soetrisno Bachir

karena itu aula ini dinamai Bachir Achmad Hall

plok plok plok plok plok plok …

 

hadirin yang terdiri dari asatidz dan santri yang lebih dari 100 orang itu

benarr tak lagi melihat GusPur sebagai manusia asing dari negara Muhammadiyah

GusPur benarr bermetamorfosis sebagai kyai NU yang khas dengan banyolann yang mengadukk perut hadirin

satu jam berlalu, presentasi belum selesai

GusPur istirahat dulu dan memberi kesempatan kepada KH Musta’in MAg membahas gagasan AAS

ger geran cerdas pun berlanjut

“GusPur telah mengajak kita menertawai diri sendiri,

dan jadilah orang ke-16, 17, 18 dan seterusnya

sehingga orang seperti GusPur tidak hanya 15 di Indonesia”

KH Mustain sudah dua bulan jadi anggota DPR RI, penulis tafsir di koran harian Duta Bangsa

 

diskusi dibuka

untuk menjawab, GusPur melanjutkan presentasi

sampai hampir jam 13

ada ide yang GusPur sengaja simpan tetapi ditanya oleh hadirin

sebab kemunduran umat Islam

Tahafut alfalasifah GusPur angkat tentu dengan catatan,

suasana cair NU-Muhammadiyah tidak boleh rusak oleh salah omong tentang Hojjatul Islam al-Ghazali ini

di luar dugaan sang pembanding mendukung ide ini

bahkan ada pernyataan yang hanya disampaikan di forum ilmiah tersebut oleh kyai Mustain

pandangannya tentang kalender Islam dan hilal

pandangan yang tidak pernah disampaikan secara terbuka untuk menjaga hati umat

dan beliau “ingin tetap ditahlili setelah meninggal”

 

begitu acara usai

GusPur benarr jadi kyai

tangannya dijabat dan dicium oleh para santri

maklum GusPur keluar aula bersama dan di belakang Gus Sholah

 

setelah shalat dzuhur dan makan siang di kediaman Gus Sholah

bincang serius Pesantren Sains dilanjut

jam  14an GusPur pamitan

dan melanjutkan perjalanan menuju Magetan

setelah nunggu bus sekitar satu jam di stasiun Jombang

jam 15 akhirnya GusPur naek bus umum biasa, berdiri bergelayutan dan berdesak dengan penumpang yang laen

maklum hari Sabtu, bus dari Surabaya selalu dalam keadaan penuh

karenanya bus PATAS tak lagi menerima penumpang di jalan

jadi inget lagu “bus kota” penyanyi balada Surabaya Franky and Jane

 

subhanallah

 

Sabtu 5 Mei 2012 Malam di Magetan

 

Sabtu siang

tepat jam 15 GusPur naek bus umum Sumber Kencono ke Magetan

selama perjalanan stasiun Jombang sampai terminal bus Maospati, entah telah berapa pengamen dan pedagang asongan naek dan turun bus

kehadiran mereka jelas membuat GusPur sulit tidur meski sangat ngantuk

karena beberapa pengamen menyanyi atau memaenkan perangkat musiknya tepat di sebelah GusPur

 

setelah berjalan 3 jam, bus akhirnya tiba di terminal Maospati

di sana telah menunggu 2 orang panitia Diskusi Buku AAS

dan langsung menluncur ke kota Magetan dengan mobil Kijang

sebelum masuk kota, mampir dulu di rumah makan Gurame

hujan deras

dan padamnya listrik/lampu rumah makan

tak menghalangi nikmatnya Gurame bakar malam itu

“hm … hujan begini,

orang pasti lebih suka di rumah alias enggan keluar rumah

termasuk menghadiri acara AAS”, gumam GusPur dalam hati

 

jam 19 kami telah berada di lokasi acara

aula di depan Panti Asuhan Muhammadiyah Magetan Jl Salak 29-31

karena gobyos keringat dan percik air hujan, dan setelah istirahat sebentar GusPur bersihh terlebih dahulu

pada jam yang telah dijadwalkan 19.30 GusPur telah siap manggung

tetapi

karena (baru) hujan aula masih sepi

GusPur memanfaatkan keadaan dengan merebahkan diri

ngaso karo slonjoran sikil kata orang jawa

 

jelang setengah sembilan, atau jam delapan setengah menurut orang Malaysia, panitia jemput GusPur di kamar

acara dimulai, hadirin tak terlalu banyak, sekitar 70 orang

dan jamaah terus berdatangan ketika presentasi AAS berlangsung,

mencapai hampir 100 orang

maklum baru hujan

target panitia, 300 orang dari sekitar 500 jamaah pengajian rutin setiap Ahad pagi.

 

selesai acara hampir jam 23 ada seorang jamaah bertanya

“kalau diminta memilih jadi mendiknas, menristek atau menag GusPur pilih apa?”

upf,

jelas pertanyaan out of context

GusPur jawab dengan cerita

“begini, host profesor saya di Malaysia, Prof Ulung Tan Sri Dr Kamal Hassan beberapa kali ditawari posisi penting dan hampir selalu ditolak

sampai akhirnya suatu ketika banyak orang memberinya ungkapan tahniah

Prof Kamal pun bingung, ada apa dengan orangg ini, pikirnya

ternyata hari itu, Prof Kamal belum baca koran yang memberitakan bahwa dirinya

telah diangkat dan ditunjuk Menteri Pembelajaran Malaysia sebagai orang yang diberi wewenang mereformasi kurikulum pembelajaran Malaysia.

karena ditunjuk dan ditetapkan maka Prof Kamal tidak lagi dapat mengelak, setelah sebelumnya selalu menolak tawaran dan mempersilahkan orang lain saja”

 

AAS, Ada Ada Saja

jam 23 lewat sekian GusPur dianter ke Ngawi,

nyegat bus PATAS Yogja-Surabaya

tepat jam 24.00 dapat bus malam Safari Dharma-Raya yang kebetulan ada kursi kosong

langsung merebahkan diri

sambil terngiang rencana mendirikan Pesantren Sains dan gelar baru yang diterima GusPur

KU. Agus Purwanto, DSc

KU adalah gelar sebelum KH, Kyai Umroh

jika sudah haji bisa langsung diganti KH

ketika kondektur datang, GusPur setengah sadar bayar tarif bus

jam 03.40 nyampe Medaeng, turun depan lokasi taksi langsung nyambung ke ITS

sampe rumah jam 04.00 tepat

 

AAS 99 didahului hujan

jamaahnya mungkin persis 99 orang juga

 

 

subhanallah

 

email: 9 Mei 2012

 

selingan,

email dari sahabat yang baru dapat AAS

——————————-     ———–  ——

 

Assalamu’alaikum wr wb

Sugeng ndalu Cak
Saat ini saya sedang dlm perjalanan pulang ke Depok dari Jakarta, spt biasa pulang kantor. Di depan saya buku panjenengan…

Cak, ada 4 buku yang menggugah saya tentang iptek sains Islam yaitu;
1) Buku Kejadian Manusia karya Maurice Bucaille;
2) Manusia dan Agama karya Murtadha Muthahairi;
3) (lupa judulnya tapi kira2 gini) Perjalanan Isra Mi’raj ditinjau dari Metafisika;
4) AAS karya panjenengan yg akan saya baca….

Buku 1 dan 2 adalah ‘buku wajib’ kuliah saya di Semester 3 FT Sipil Perencanaan UII Yogya, mata kuliah Agama III, waktu itu dosennya pak Prof Mufti Abu Yazid. Juga di smt 7 dan 8 iptek kembali diajarkan oleh dosen saya Prof Dr RHA Sahirul Alim
Begitu mengena….

Buku ke-3 dibelikan Ibunda almarhumah, karena beliau tahu saya suka baca yg ‘aneh-aneh’….

Alhamdulillah buku ke-4, AAS semoga lebih dahsyat Cak…. Bisa melambari pemahaman saya atas buku ke-3 ttg Metafisika….

Sekian Cak Agus, suwun banget kersa kasih ilmu ke saya….

Tetap Boost + Move Up cak, agar remaja Islam Nusantara bangkit….

Wassalamu’alaikum wr wb

(Dulur pean)
Depok

 

Sabtu 12 Mei 2012

 

AAS mempunyai lanjutan Nalar AAS yang segera segera dan segera terbit

sengaja kata segera ditulis tiga kali karena mungkin sebagian kita telah bosan dengan informasi NAAS segera terbit

NAAS insya Allah terbit pada saat X tetapi telah 3X bahkan 4X NAAS meleset terbit

pertanda apa?

kita yang percaya pada tahayul (pinjem istilah Mochtar Lubis dalam bukunya Manusia Indonesia) mengatakan akronim NAAS sebagai sebabnya

seharusnya bukan NAAS tapi ANAS …Ayo Nalar Ayat-Ayat Semesta

huh …!!! itu jelas pesanan politik !!!

 

yang jelas,

AAS baru presentasi 99 kali

insya Allah NAAS terbit jika AAS telah presentasi 100 kali

seperti impian tersembunyi AAS

 

Ahad 29 April pagi jelas GusPur kembali ke Surabaya dari Kuala Lumpur

terbersit ide SAAS

Sekolah Alam-Alam Semesta,

bahasa Inggrisnya School of Cosmic Signs

bahasa Arabnya Madrasatul Kauniyah

 

Sabtu 12 Mei GusPur ke Malang

dengan perjalanan yang heroik

dan mungkin menjawab protes teman, seharusnya GusPur tidak naek motor tetapi taksi lah

Sabtu kemarin, GusPur kembali naek motor dan dianter permaisuri

sampai Bratang terpaksa balik ke rumah karena ingat ada barang urgen yang tertinggal,

bayangkan jika naek taksi … akan sangat terlambat jadinya

 

dan heroisme memuncak

permaisuri berniat antar sampai Bungurasih agar tidak terlambat sekali

motor memang menjadi tranportasi yang lincah

tetapi jelang Jemursari ban belakang motor gembos

GusPur ganti taksi, permaisuri handle ban gembos di tukang tambal ban

di Malang ada Muhammadiyah Education Award

GusPur jadi juri olimpiade fisika SMA di sana

 

di selaa acara olimpiade GusPur mampir ke toko buku UMM di sebelah UMM Inn

di sana GusPur beli 6 buku,bisa menjadi buku wajib SAAS

1. al-Quran dan Semut, Amin Hariyadi, UINMalang Press, 2007

2.Teori Absolutivitas Matahari Mengelilingi Bumi, Rahmat Abdullah, Pustaka Arafah, 2011

3.Keajaiban Sains Islam, Ibrahim M Thoyyib, Pinus, 2010

4.Epistemologi Ibn Rusyd, Khudoori Soleh, UINMalang Press, 2011

5.Pengetahuan Intuitif Model Husserls dan Suhrawardi, M Muslih, CIOS-ISID Gontor, 2010

6.Skeptisisme Al-Ghazali, Khudori Soleh, UINMalang Press, 2009

 

melengkapi bukuu yang telah ada

 

1.Dalil Afaq al-Quran dan Alam Semesta, M Izzudin Taufiq, Tiga Serangkai, 2006

2. Pembuktian Sains dalam Sunnah, Zaglul an-Najjar, Amzah, 2007

3. The Purpose of Creation, A.B.Philips, Islam House, 2007

4. The Quran and Modern Science, Zakir Naik, Darussalam, 2007

 

itulah sebagian bukuu yang akan disodorkan kepada para siswa SAAS,

Sekolah Ayat-Ayat Semesta,

atau SCS

School of Cosmic Signs

atau MK

Madrasah al-Kauniyah

atau santri Pesantren Sains, Pesantren Milenium Tiga





masih di KL Malaysia

18 02 2013

AAS ke-96

dalam Public Lecture

International Islamic University Malaysia (IIUM)

di kampus utama Gombak,  Kuala Lumpur

Senin, 23 April 2012

Jam 16.00-18.00

 

AAS ke 96

berlangsung di Ruang Seminar Kampus Utama

Universiti Islam Antarabangsa Malaysia,

atau International Islamic University Malaysia

di Gombak

Jam 14.30 s.d 17.00

 

tatanan ruang seminar ini terasa berbeda dari ruangg seminar yang pernah GusPur masuki selama ini

ditata sedemikian rupa sehingga ada nuansa hirarki gradual

sentra menyebar dalam formasi elips

dimungkinkan diskusi sampai tuntas, tetapi jiwa seolah diberi ruang untuk trans

 

kembali pada

Public Lecture

“Cosmic Signs of Allah as A Basis for Construction of  Islamic Science”

dihadiri peserta yang lebih sedikit dari sebelumnya

karena memang di jam kuliah aktif

 

meskipun demikian,

pertanyaan lepas dari para peserta terasa lebih berat dari acara serupa sebelumnya

ada 8 penanya

satu di antaranya, dan ini yang sangat mengejutkan

berasal dari ibu Dr. Megawati

GusPur pun langsung komen ringan, “O …you are my last president”

bu Mega pun mesam mesem

seperti penanya yang lain, pertanyaan bu Mega pun diawali pendahuluan agak panjang

dari tahafut alfalasifah, atomisme al-baqillani … dan seterusnya

GusPur menikmati betul pertanyaan itu,

maklum disampaikan oleh seorang ibu yang selama ini digambarkan sebagai sosok yang pendiam hemat kata

di public lecture AAS ini, kedalaman filsafat ibu Megawati terungkap

 

Subhanallah

berdekatan dengan hari Kartini

 

24 April 2012

 

alhamdulillah,

komen narsisme atas kontinyitas reportase AAS akhirnya muncul juga secara ekspilist

tinggal satu yang belum, arogan

 

klaim itu GusPur sadari sejak awal

pasalnya, GusPur memang single fighter sejak awal

baru tahun 2010 GusPur mulai mempunyai partner, IIIT

yang menghubungkan GusPur dengan intitusii dan menyediakan tiket pesawat Surabaya ke lokasi institusii tersebut

secara umum, sampai saat ini GusPur memang tetap single fighter

tak ada sekretaris yang nyusunkan jadwal apalagi membuat reportase

maka arogansi dan narsisme menjadi keniscayaan

 

pilihan subyek membuat GusPur terpaksa masih sendirian sampai hari ini

bahkan ketika permintaan IIIT untuk mencari penerjemah AAS ke dalam bahasa Arab

sampai hari ini belum GusPur temukan

banyak yang ahli bahasa Arab, tetapi menyerah ketika harus menerjemahkan istilahh teknis ilmiah dalam ilmu alam dan rekayasa seperti yang ada  dalam AAS

tentu juga banyak yang jago sains, tetapi nol dalam bahasa Arab

inilah dualisme ekstrim muslim Indonesia dan internasional

masyarakat seperti ini tentu tidak mampu menjawab problem radiasi peradaban hitam abad 21,

tidak bisa

dualisme terpisah ini akan gagal sebagaimana gagalnya materi-gelombang yang terpisah dalam mekanika newtonian menjelaskan radiasi benda hitam

gagasan pikiran kuantum harus diintrodusir

 

kembali ke narsisme.com

jika komen yang terjadi sepanjang presentasi AAS GusPur tulis apa adanya

niscaya komen arogan dan narsis dari pembaca akan muncul lebih awal

berikut beberapa celetukan yang sempat GusPur ingat

 

pembanding acara AAS di UIN Malang, yang tidak lain adalah PR4 UIN Malang

serta juga koordinator bidang tarjih PWM Jatim

di sela komentarnya sempat membuat gurauan

“Saya pengen punya satu anak lagi, nanti dia saya arahkan agar menjadi seperti GusPur,

inilah ulama versi surat al-Fathir”

 

di akhir acara AAS tahun 2008 di kantor PP Muhammadiyah Jl KH Ahmad Dahlan

moderator yang alumni teknik geologi UGM berkomentar

“inilah presentasi dari kakanda kita, sang ilmuwan hybrid”

 

pertanyaan mengejutkan dan sempat membuat GusPur bingung adalah pertanyaan seorang ibu ketika AAS hadir di Pusat Kajian al-Quran milik Prof Quraish Shihab di Jakarta

sang ibu bertanya

“bagaimana ibu GusPur, sampai bisa melahirkan orang seperti GusPur?”

 

dekan atau wakil dekan, Doktor …GusPur lupa namanya, di Perguruan Tinggi Ilmu al-Quran Jakarta, dalam sesi diskusi menyempatkan urun ide

“saya tidak akan bertanya materi, saya hanya ingin bertanya bagaimana caranya menjadi orang seperti GusPur, menguasai sains modern sekaligus wacana islam?”

 

di IAIN Medan, 300 guru IPA MTsN dan MAN Sumatera utara diundang menghadiri presentasi AAS

di sesi diskusi seorang ibu berseragam safari bertanya

“kami ingin mendidik siswa menjadi insan ideal, ilmuwan yang memahami agama, sosok ideal menurut saya adalah GusPur, nah bagaimana caranya menjadi orang seperti GusPur?”

 

dua pejabat atau tokoh PTIQ Jakarta dan Univ Ibnu Khaldun Bogor secara terpisah pernah ketemu GusPur dan berkata

“kami ingin GusPur membantu dan mengajar di program pascasarjana kami, tetapi kami tidak punya anggaran cukup untuk mendatangkan GusPur dari Surabaya”

 

seorang peneliti di ISTAC

datang ke ruang GusPur di ISTAC

setelah berdiskusi panjang lebar tentang sains islam

dan membandingkan dengan tokohh yang ada sebelumnya seperti al-Faruqi, Nasr, Sardar, dan Naquib alAtas maka peneliti tersebut berkata

“bapak gak terkait dari keempat tokoh tersebut, berarti AAS akan menjadi mazhab baru dalam pergumulan sains islam”

 

atas pertanyaann tersebut GusPur tidak dapat menjawab tegas

GusPur hanya bercerita beberapa pengalamannya

di antaranya

“dulu, pada suatu pagi GusPur menangis ketika dia bangun tidur, dan sadar hari itu dia telah tidur 6 (enam) jam. mengapa GusPur menangis? karena GusPur mempunyai doktrin dan tekad kuat, tidur cukup 4 jam sehari”

 

cerita lainnya

“dulu, GusPur pernah membaca riwayat tentang Nabi saw,

disebutkan, dalam sehari Nabi saw shalat tidak kurang dari 40 rakaat

maka GusPur pun menjalani tradisi shalat tidak kurang dari 40 rakaat dalam sehari semalam”

 

seorang sahabat sejak di IPM, penulis produktif di ibukota

membantu GusPur bercerita pada khalayak

“tradisi GusPur adalah kerja keras, sejak di IPM kami telah biasa mengadakan diskusii akademik berat di masjid an-Nuur Jember, masjid perjuangan di masa remaja”

bahkan secara khusus berpesan kepada GusPur

“sampeyan jangan ewuh pakewuh untuk mengklaim bahwa AAS merupakan mazhab tersendiri dan baru dalam Sains Islam. Klaim itu penting untuk menerobos kebekuan pemikiran”

 

tetapi GuPur juga/memang diunderestimate di banyak tempat

di UIN Yogja

PR (berapa) UIN Suka menjemput GusPur di hotel UIN

begitu GusPur keluar kamar dan ketemu dengan pak PR, pak PR nyeletuk

“saya kira GusPur sudah tua, ternyata masih muda”

setelah itu, seperti dianggap anak yang belum tahu apaa

 

di Medan

ketika GusPur keluar kamar, bertemu dengan koordinator IIIT Indonesia dan diperkenalkan pada koordinator panitia yang dosen IAIN,

GusPur tidak direken

sang koordinator asyik bincang dengan koordinator IIIT, seolah GusPur tidak ada di situ sehingga GusPur pun ijin pergi

 

di BandaAceh

ketika koordinator IIIT memperkenalkan GusPur kepada narasumber dari Malaysia

GusPur ditanggapi sekedarnya, tidak dianggep

 

sekali lagi,

wajah yang ndeso,

tampak masih ingusan

nama yang tidak mempunyai selipan bahasa Arab

pendidikan yang semuanya sekuler

memicu sikap pengabaian itu

 

itulah cerita utama tentang AAS dalam narsisme.com

keniscayaan,

tak terelakkan.

 

never mind,

show must go on

 

tidak ada tirani dalam dunia ilmu

setiap orang boleh menyampaikan gagasan apa saja

tanpa harus merujuk pada guru tertentu

yang penting dapat dipertanggung jawabkan kebenarannnya

dapat diperdebatkan

 

reportase AAS

sesungguhnya juga psywar GusPur

psywar adalah salah satu hoby sejak SMA, selain mancing dan baca puisi

diinspirasi oleh catatan buku “Ihya Ulumuddin versi Baru

Karsa menegakkan jiwa Agama dalam dunia Ilmiah”

karya Hidayat Nataatmaja

bacaan wajib GusPur ketika SMA

 

tambahan,

agar menjadi supernarsis

 

pertanyaan juga muncul dari seorang ibu

ketika AAS hadir dalam Public Lecture di ISTAC IIUM Kuala Lumpur

“bagaimana anda yang tidak berpendidikan formal pemikiran Islam bisa menjadi seperti anda sekarang”

 

AAS ke-97

di IIUM Kampus Gombak

di depan Pelajar Indonesia di IIUM

25 April 2012

Jam 21.30

 

Rabu 25 April, jelang maghrib

GusPur berangkat menuju kampus utama Universiti Islam Antarabangsa Malaysia, di Gombak

kampus pun masih cukup ramai dengan mahasiswa

dan sesuai dengan namanya yang membawa label Islam,

arsitektur dengan pola geometris simetris dan kaligrafi tampak menonjol

dapat ditangkap dengan mudah begitu masuk area kampus

nuansa Islam pun langsung terasa

terlebih ketika sampai di halaman tengah

masjid megah berdiri kokoh

rasanya tidak masjid kampus di Indonesia yang menyamai dari sisi ukuran

begitu masuk masjid, nuansa Internasional langsung terasa

jamaah dengan berbagai etnis ada di dalamnya

serasa suasana umroh yang dihadiri oleh berbagai tipe wajah dari berbagai negeri

wajah timur tengah, turki, pakistan, banglades, india, cina dan tentu melayu

 

sebelum bertemu dengan Mahasiswa Indonesia Kuala Lumpur GusPur diajak ke kantin kampus

kian kelihatan dengan jelas raut wajah dari berbagai negeri itu

termasuk wajah para mahasiswi, yang ketika di masjid tidak terlihat karena posisi yang berbeda

menjadi ba’da maghrib yang indah meski bukan saat purnama

banyaknya mahasiswa yang pesan dan terbatasnya pekerja kantin membuat pelayanan cukup lambat

ketika pesanan makan malam keluar suara adzan isya’ berkumandang

 

seorang mahasiswa menghubungi kami

karena ruang semula dipakai untuk kegiatan debat, acara dipindah ke ruang Al-Ghazali

beberapa mahasiswa Indonesia telah menunggu di sana

 

21.30 acara dimulai

suasana terasa kaku sampai sekitar 15 menit acara berlangsung

mungkin selain karena mereka adalah mahasiswa pemikiran Islam

AAS masih dianggap Harun Yahyiyyah

jadi telah merasa “wellknown”

mahasiswa terus berdatangan,

sekitar 40an  Mahasiswa Indonesia di Kuala Lumpur (MIKL) yang hadir

sebenarnya mereka bukan MIKL, tetapi lebih tepat adalah

Mahasiswa Indonesia di Universiti Islam Antarabangsa Malaysia

itu pun yang tinggal di asrama,

yang tinggal di luar asrama banyak yang tidak hadir

 

makin malam suasana makin cair dan ger geran

moderator yang memberi waktu 40 menit pun seolah lupa

dengan tanya jawab dan saran acara diakhiri jam 23 lebih sedikit

dilanjut photo bersama

diteruskan tanda tangan buku AAS

dan diselingi pertanyaan yang terus mengalir

“GusPur dulu mondok di mana?”

“GusPur dulu belajar Arab di mana?”

“metoda HIKARI itu bagaimana Gus?”

“kapan GusPur datang lagi ke KL?”

 

GusPur pulang ke asrama ISTAC hampir jam 24.00

itulah AAS ke-97

 

Break Break Break

 

mohon maaf,

beruntun muncul 2 posting yang serupa

sekali lagi mohon maaf setulussnya

 

AAS di MIKL

diketik Kamis tapi kemudian disimpen di draft lantaran GusPur dicall untuk diajak jalann, tepatnya ke Bank Muamalat untuk ambil tunjangan biaya hidup

Jumat tidak mood untuk nulis

Sabtu pagi usai shalat shubuh baru pengen nulis

maka AAS di MIKL GusPur kirim

dan internet di-off

ditinggal sarapan dan cuci serta jemur pakaian

 

lalu leyehh sambil baca buku baru berjudul

“kitaabun lita’limil ‘arabiyyah lighairir raaghibiina fiiha”

pengen tahu artinya?

“Buku Belajar Bahasa Arab Bagi Yang Tak Minat Bahasa Arab!!!”

Nah lu.

Isinya, ya bahasa Arab … tapi full cekikik-an

 

kiraa satu setengah jam dari nge-off internet

nge-on internet lagi

loh, AAS di MIKL kok gak terkirim

tapi dicek, tujuan sudah benar semua kerabat GusPur di manapun berada

kalau gitu kirim lagi saja, judul ditambah

AAS di MIKL (PPI KL)

terus tinggal lagi, sebab sudah harus mulai kemass

tapi internet tak di-off

 

beberapa menit kemudian lihat internet lagi

loh, gak terkirim juga

wah, nanti pasti duaa-nya terkirim

tapi GusPur harus segera pergi,

sudah dijemput

 

mulailah keliling di pinggiran KL

betul, terpaksa jalann di pinggiran KL

sebab jalann menuju tengah kota ditutup sejak tadi malam

sebabnya,

Sabtu jam 14 Anwar Ibrahim dengan partai pembangkangnya akan unjuk kekuatan di KL

spanduk ditempel di manaa

 

GusPur diajak ke pusat pemerintahan baru, Putrajaya

shalat dzuhur di masjid Putrajaya

subhanallah

subhanallah

subhanallah

semua tertata apik, terancang dan terencana

masjid barunya sangat indah

dan menjadi tempat wisata

biasanya,

tempat wisata khan obyek atau bangunan kuno

ini, masjid baru

menariknya lagi,

muslimah baju ketak dan nonmuslim diberi pakaian khusus ketika masuk area masjid

 

peradaban islam terancang dengan baik

dari sisi ide maupun aspek fisik

 

dari Putrajaya singgah di istana kerajaan baru

jadi ingat Jepang

yang berhasil menjaga tradisi dan mengembangkan modernitas

secara terpadu

istana baru juga menjadi obyek wisata

semua bernuansa islami

 

jam 17an nyampai asrama yang terisolir dari keramaian

setelah shalat ashar, buka email

 

tampaklah 2 posting

ya ampuuuuun,

sekali lagi mohon maaf

atas kesalahan yang disebabkan kejahilan GusPur ini

 

perjalanan AAS ke  International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTACS),

International Islamic University Malaysia (IIUM)

bagai perjalanan mi’raj ke langit

sebagaimana para sufi

yang tujuan aktivitasnya adalah maunggaling kawulo gusti

maka pertemuan makhluk dengan Sang Khalik saat mi’raj menjadi momen yang tak ingin lagi dilepas

para sufi ta’ingin kembali ke Bumi

AAS pun ingin rasanya bertahan di langit ISTAC IIUM

 

tetapi AAS harus terus berjalan di muka Bumi

membangunkan,

menyadarkan,

mencerahkan dan memberi inspirasi

bagi kelahiran peradaban Islam yang bertumpu pada Ilmu dengan KeAgungannya

selain berbalut dengan mistisisme dengan segala misterinya

 

nah,

momen itupun tiba

AAS akan hadir di Ibukota Nahdlatul Ulama Jombang Raya

di Istana Tebuireng

(bayangkan gulanya, jika tebunya hitam, ndahneo manisnya gula itu,

tentu semanis Ratu Saba di jaman baginda nabiyullah Sulaiman as)

tepatnya AAS ke-98

Spirit Ilmiah Guru Sains Tebuireng

di Ponpes Tebuireng Jombang

Sabtu 5 Mei 2012

Jam 10.00-13.00





AAS: Makassar dan ISTAC-IIUM Kualalumpur

13 02 2013

AAS ke-94

dalam

Diskusi AAS dah Kuliah Umum Mekanika Kuantum

di Jurusan Fisika Universitas Negeri Makassar

Selasa, 10 April 2012

08.00 – selesai

 

AAS di Makassar dipenuhi kehebohan

 

0. GusPur berangkat dalam kondisi tidak prima, masih bawa sisa flu umroh

1. telat check in 10 menit di Juanda, ditolak berangkat. terpaksa ganti pesawat

2. keluar dari bandara Makassar dibawa ke tempat makan bersama para dosen UNM .. di lantai 3 rmh makan apa gitu, jadi lama. padahal maunya makan di kaki-5 dan segera ke penginapan terus tidur

3. dibawa ke hotel, hwuik hotelnya … Grand Clarion

4. selasa dijemput lebih awal maka saya santai, krn belum sarapan maka saya minta sarapan dulu. begitu duduk di rmh makan tradisional sempat lihat jam …hwa jam 09.45 berarti jam di hp GusPur tidak berubah seperti 2 kali sebelumnya. wah padahal acara mulai jam 09.00

5. sampai di kampus 2 UNM seperti biasa berjalan menuju tempat acara. sampai di halaman jurusan fisika tibaa terdengar suara musik tradisional, sekaligus tari tari tradisional penyambutan tamu. 3 penari cantik pun unjuk kebolehan. subhanallah

6. ketika presentasi pertama, Mekanika Kuantum Perkembangan dan Aplikasinya, berlangsung …listrik mati …

7. dari acara pertama ke kedua, diputuskan istirahat (untuk sholat dan makan) 30 menit maklum sudah telat banyak karena telat mulai tambah lampu padam. eh, selesai shalat diajak makan keluar oleh 3 dosen. jelas, panitia kebingungan. hp ku off

8. komunikasi jadi kian chaos, info yang saya terima kepulangan ditunda malam. presentasi dan diskusi serta photo2 pun berlangsung aga santai. ternyata, balik jam 18.00 maka pengantar pun melaju dengan kecepatan tinggi dan zig zag menuju bandara karena telah jam 17 lebih. GusPur pun wiridan laa haula walaa quwwata illa billah dll sambil terus menahan flu yang memberat

 

insya Allah Jumat berangkat ke Kuala Lumpur

menurut teman di sana, publikasi AAS telah disebar di seluruh kampus IIUM

subhanallah

 

Insya Allah,

Jumat siang ini AAS akan memulai safari dua pekan pertamanya

di Kuala Lumpur dan sekitarnya

tujuan utama International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTACS),

International Islamic University Malaysia

14 April s.d 28 April 2012

 

AAS ke-95

dalam Public Lecture

International Islamic University Malaysia (IIUM)

di kampus International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTACS)

Pesiaran Duta, Kuala Lumpur

Jumat, 20 April 2012

Jam 20.00-22.00

 

AAS ke-95

dalam Public Lecture

dengan tema

“Cosmic Signs of Allah as A Basis for Construction of Islamic Sciience”

di kampus International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTACS),

International Islamic University Malaysia (IIUM)

Pesiaran Duta, Kuala Lumpur

Jumat, 20 April 2012

Jam 20.30-22.40

bagaikan ujian kenaikan kelas bagi AAS

 

dihadiri sekitar 20 guru besar dalam pemikiran Islam dari ISTAC dan beberapa universitas sekitarnya, sebagian kecil yang penulis kenal yaitu

Prof Emeritus Osman Bakar, Universiti Malaya, yang dikenal luas dikalangan sarjana peminat Sains Islam

Prof Hassan Ahmed Ibrahim, dekan ISTAC asal Sudan

Prof Ajmal al_Aidrus yang baru tuntaskan terjemahan Matsnawi dalam bahasa Melayu dalam 6 jilid tebal, (satu jilid sekitar seribu (1000) halaman)

Prof Ahmad Yusuf, dosen tamu asal Irak beristri wanita Kanada

Prof Hamzah dari Fakultas Teknik IIUM

tentu juga

Prof Kamal Hassan, mantan rektor IIUM yang merupakan host profesor AAS dan sekaligus pemandu presentasi saya

dan sekitar 40 mahasiswa pascasarjana dalam pemikiran islam

 

persiapan presentasi terasa sangat berat

bukan karena AAS harus berhadapan dengan para GB dan mahasiswa pasca pemikiran islam

melainkan presentasi tentu harus dalam bahasa Inggris

jelas, jumlah perbendaharaan kata GusPur dalam pemikiran islam amat sangat terbatas

print out terjemah beberapa ayat dalam bahasa Inggris pun tak sempat GusPur contek

beberapa hadits dan ayat yang muncul spontan diterjemah sepotongg secukup kosa kata yang GusPur miliki

untung, presentasi berlangsung di bumi melayu

beberapa kata yang terhenti keluar karena tidak segera ketemu Inggrisnya langsung GusPur sebut dalam bahasa Indonesia dan GusPur tanya apa Inggrisnya

Prof Kamal, Prof Hamzah dan Robit mahasiswa S3 ISTAC asal MAN PK Jember (lha …lak tonggo dewe aslinya Rambipuji ke selatan arah Balung, murid wali dan sunan Kaliwates, Syekh Muhayyan) langsung bantu nginggriskan

tetapi alhamdulillah secara umum sukses

bahkan jika diberi kualifikasi bisa jadi suma cumlaude

 

para peserta pun mendapat leaflet BENGKEL SAINS-TAUHID SIRI I. Isinya … insya Allah nyusul …

 

selamat berakhir pekan

 

Lanjutan Reportase Ahad 22 April 2012

 

Melihat penampilan ndeso GusPur jelas wajar jiak setiap orang underestimated

wajah melayu jawa-madura

namanya tak ada selipan ungkapan Arab

latar pendidikannya pun full sekuler

negeri negeri negeri negeri negeri

SD negeri

SMP negeri

SMA negeri

ITB negeri

Univ Hiroshima negeri

gak ada Arabnya sama sekali

 

lha kok mau bicara Islamic Science

jelas, ini adalah tindakan nekad dan tak berdasar

setidaknya, ahistoris

 

itupun diakui oleh GusPur dalam mukadimah presentasinya

dalam pemikiran Islam, GusPur mengaku sebagai pemikir yatim piatu

tidak punya nashab

GusPur ibarat  Hayy ibn Yaqzan

seorang orok yang diasuh rusa di tengah hutan belantara

di usia 6 tahun ditinggal mati oleh sang ibu

ia pun merenung, mangapa mati, apa beda ibunya ketika hidup dan mati

dan seterunya dan seterusnya

tetapi karena itulah, GusPur bisa tampil tanpa beban

tanpa berlindung dibalik nama besar seseorang yang didaulat sebagai gurunya

 

tak kurang,

host profesor AAS, juga tampak underestimate

ketika ajak dinner GusPur di komplek Publika KL

sang host hanya memberi waktu presentasi GusPur 45 menit

kecuali peminat antusias bolehlah sampai 60 menit

GusPur pun terima

meski tetap yakin akan bisa lebih dari 60 menit

usai shalat maghrib, jam 20.00

GusPur tidur terlentang di masjid ISTAC, 5 menit saja

ini jelas wajib, bila tidak maka bisa nggeblak saat presentasi

 

tepat jam 20.30 Prof Kamal Hassan membuka acara dan memberi sedikit sambutan serta memperkenalkan siapa GusPur

sosok yang menguasai 3 bahasa: Javanese, Maduranese dan Sundanese

ta’sampai 10 menit sambutan dan pembukaan

selebihnya acara diserahkan pada GusPur

 

pertama,

panggung memang harus dikuasai

dulu Soekarno menguasai panggung PBB maupun Kairo

itu dulu, bisakah sekarang GusPur menguasai panggung pusat para pemikir Islam Asia Tenggara ini?

buka dulu dengan mukaddimah full Arab, seperti mau Jumatan

upf …

sebagian audiens kaget

kemudian GusPur berapologia, sebagai pemikir Islam yatim piatu, tanpa guru tanpa nashab

audiens meragukan kembali

bahasa Arabnya belajar secara otodidak

wesss, makin meragukan

pendahuluan langsung singgung kemunduran muslim

langsung singgung tahafut alfalasifah

jelas audiens tersentak

secara umum audiens adalah Ghazalian

lalu masuk topik tentang sains menurut alQuran

GusPur uraikan dulu trilogi akal, alam dan bahasa Arab menurut al-Quran

maka audiens mulai mengalami kejutan demi kejutan

akal diurai secara rinci, ta’qilun. ya’qilun

demikian juga ketika rincian alam disodorkan

audiens yang tidak lain mahasiswa pascasarjana dan Guru Besar pemikiran Islam tampak sibuk mencatat

 

pilar segitiga ontologi, aksiologi dan epistemologi diuraikan secara praktis

diterapkan dalam fisika Newtonian yang menuntun pada mechanical world view

dalill tasawwuf pun keluar

tabrakan dengan arkanul iman terjadi,

maka pengajaran sains melahirkan individu kafir yang relijiuas

dan individu alim yang kufur

hadirin kian terkesima,

seorang ibu tak hentii memotret GusPur

 

GusPur dalam presentasi memang mengikuti aliran paripatik Aristotelian

presentasi sambil mondar mandir

jelas, presentasi yang tidak umum di dunia akademik yang formal dan khidmat

tapi itu semua telah dilupakan audiens

mereka larut dalam analisis teks ayat semut

jenis isim, macam fiil, serta kemunculan harfun nida

membuat audiens tidak merasa bahwa tradisi bicara khidmat telah dilanggar

 

bumi menurut alQuran

dianalisis secara tidak biasa, nonkonvensional

menggunakan kemunculan kata masyriq dan maghrib dalam semua bentuk

mufrad, mutsanna dan jamak

yang melahirkan ide bumi bundar

dan seterusnya,

 

nabiyullah Sulaiman as yang menandai jaman teleportasi kuantum

dan isra’ mi’raj yang tidak kemanaa

serta membawa pada islamic world view, bahwa realitas ciptaan terdiri dari 4 yaitu ruang, waktu, materi dan jiwa

 

upf

jam telah unjuk 22.20

artinya presentasi telah berlangsung 100 menit

tanpa ada wajah audiens yang ngantuk

sebaliknya, yang ada justru audiens semangat mencatat dan memotret

 

diskusi dibuka

6 orang tampil bertanya,

orang Irak, Turki, Cina, melayu, Indonesia

termasuk motivasi dan cara GusPur mencapai itu semua

acara berakhir dan ditutup jam 22.40 oleh Prof Hassan Ahmad Ibrahim

dengan pujian, presentasi yang mencerahkan dan inspiring.

 

di luar acara,

seorang ibu pengen dapat Metoda HIKARI

 

para peserta pun mendapat leaflet BENGKEL SAINS-TAUHID SIRI I. Isinya …

pengumuman dan formulir workshop

sehari bersama Dr. Agus Purwanto

“INTEGRASI PANDANGAN ALAM AL-QURAN

dengan PENGAJARAN-PEMBELAJARAN SAINS di SEKOLAH MENENGAH serta

PENGUKUHAN PENGAJARAN-PEMBELAJARAN AQIDAH dengan SAINS”

Sabtu, 19 Mei 2012

jam 10.00 pagi – 04.30 petang

di ISTAC

24 Persiaran Duta, Taman Duta,

50480 Kuala Lumpur

Penaung: Prof ulung Tan Sri Dr Mohd Kamal Hassan, ISTAC





Disalahkan : TAKDIR SEJARAH MUHAMMADIYAH

30 08 2011

sejak kemarin saya diminta seorang sahabat untuk membaca tulisan Prof Thomas Jamaluddin tentang pandangan beliau atas hisab Muhammadiyah
karena saya di kampung agak jauh dari akses internet maka saya nunggu balik Surabaya
tetapi di KA saya pun juga digempur atas hisab Muhammadiyah

saya coba beri pandangan tentang hisab dan kriteria yang digunakan Muhammadiyah
(tentu ini versi saya pribadi)

1. hisab Muhammadiyah, NU, dan Persis sekarang telah relatif sama yakni sistem ephemeris makanya hasilnya juga sama
Hilal dengan markaz tanjung kodok Lamongan Jatim akan memberi angka sama meski dihitung oleh orang Banda Aceh

2. Perbedaan ada di kriteria, imkanur rukyat dan wujudul hilal
imkanurrukyat adalah jalan tengah hisab dan rukyat dalam arti visibilitas atau batas minimum hilal dapat dilihat
wujudul hilal dalam teori ilmiah sebenarnya merupakan keadaan khusus dari imkanurrukyat yakni NOL derajat
nah, wujudul hilal bukan lagi hilal dapat dilihat tetapi hilal telah eksis meski tidak dapat dilihat
kriteria imkanurrukyat sendiri cukup variatif dan dinamis
dalam arti banyak angka (untuk tingkat internasional) dan terus berubah

karena belum pastinya angka visibilitas ini (yang sekarang 2 derajat) maka Muhammadiyah berfikir ulang tentang angka ini termasuk esensi hisab

dengan hisab orang dapat melakukan lompatan
1. tidak terpaku dengan kriteria rukyat, karena visibilitas adalah keniscayaan rukyat
2. eksistensi hilal dapat diidentifikasi/diketahui meski tidak dapat dilihat
3. kalender dapat dibuat (dengan rukyat kalender hijriyah tidak dapat dilihat)
4. dengan berbagai kriterianya maka kapan awal bulan dapat ditentukan jauh sebelumnya jadi tidak fair dan tidak adil juga kalau di sidang itsbat (2( Agutsus 2011) ada yang meminta agar awal bulan tidak segera diumumkan

jadi jika disebutkan kriteria hisab Muhammadiyah usang, agak berlebihan dan emosional
kalau wujudul hilal tidak dapat dilihat (yang kurang dari 2) memang ya/benar, tetapi sekali lagi Muhammadiyah tidak merasa perlu (sepengetahuan saya sebagai salah seorang tim hisab Muhammadiyah) untuk dapat melihat hilal tetapi memastikan hilal telah wujud/eksis.
di sinilah pokok perbedaannya.

Masalah aktual idhul fitri 1432 Muhammadiyah jatuh 30 Agustus 2011 dan disalahkan sekelompok orang, memang seolah seperti takdir sejarah Muhammadiyah lahir untuk disalahkan.
Perhatikan saja
dulu, di awal abad 20 ketika Muhammadiyah mengadopsi sistem pendidikan umum Muhammadiyah divonis kafir karena meniru caraa Belanda
dulu juga, Muhammadiyah dituduh mendirikan agama baru ketika kyai Ahmad Dahlan meluruskan arah kiblat.
sekarang, Muhammadiyah diklaim karepe dewe karena tidak sama dengan mainstream

Umat harus dididik, segala sesuatu harus dijelaskan apa adanya secara jujur

sidang itsbat sendiri ada masalah
dengan hisab kita tahu bahwa hilal 29 Agustus 2011 antara 1 dan 2 derajat
dengan kriteria imkanur rukyat 2 derajat maka jika ada pengakuan berhasil merukyat maka akan ditolak seperti tadi (Cakung, Jepara)
nah, jika telah jelas ditolak maka mestinya kita tidak perlu melakukan rukyat karena sia2
untuk apa sekian ratus atau bahkan sekian ribu orang berbondongg merukyat tetapi kemudian hasilnya ditolak jika mengaku berhasil merukyat
mereka khan juga mengeluarkan biaya
ini juga perlu dijekaskan kepada umat

karena sudah tahu, kesaksian ditolak, yang berarti 1 syawwal 1432 adalah 31 Agustus 2011
maka mestinya juga tidak perlu sidang itsbat
informasikan jauh sebelumnya
ada berapa puluh orang bersidang, tentu ini memerlukan biaya
kemubaziran juga harus dihindari di dalam Islam
sidang itsbat juga bukan sidang politik

semua harus dijelaskan secara jernih, jujur dan apa adanya

Fastabiqul khairat
Salam

Agus Purwanto
LaFTiFA ITS








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.