Nyentil Asy’ariyah dan Mu’tazilah

27 02 2013

25 Mei 2912

 

ada fenomena sederhana tetapi menarik

 

pertama,

untuk kedua kali GusPur brenti di tempat istirahat Temerloh

posisi hampir di tengah antara Kuala Lumpur dan Kuantan yang berjarak 250an km

Temerloh di tengah

istirahat untuk shalat maghrib-isya dan makan malam

 

orangg dengan penampilan biasa

menjadi imam shalat dengan bacaan yang fasih

usai shalat mimpin doa panjang

lalu saling berjabat tangan

 

karena sempat batal dan hujan

GusPur sempat ngamati perilaku para musafir itu

 

di Indonesia,

yang tampil sebagai imam biasanya pakai baju koko

bacaan pun sering kurang menenangkan jamaah alias kurang fasih

yang baju biasa, umumnya tak punya bekal memadai untuk jadi imam shalat

usai shalat semburat

 

dalam agama pun

di Indonesia telah ada kelas

kelas baju koko dan kelas baju biasa

dengan kualitas pemahaman dan bacaan al-Quran yang cukup senjang

 

dua kali perjalanan

GusPur dianter dua sopir universitas

praktek keagamaan kedua sopir tersebut, subhanallah

mereka seperti orang yang baru keluar dari traning Islam

spontan dengan praktek keagamaannya tanpa ba bi bu

wudhu, lalu gabung berjamaah shalat

dan jamak qashar

 

pemahaman keagamaan mereka seolah standar

artinya,

sistem yang memahamkan mereka telah berjalan

 

fenomena lain

di masjid Ahmad Shah IIUM Kuantan

masjid yang baru digunakan sekitar 2 bulan lalu

GusPur masuk masjid untuk Jumatan

ternyata masih ada orang presentasi lengkap dengan power point

dan layar besar di bagian depan masjid

tak juga selesai

kapan mulai Jumatannya, demikian pikir GusPur

 

karena presentasi tak juga selesai, GusPur keluar masuk masjid

lGusPur cari cara agar tas berisi netbook yang dititipkan di kantor TU Fakultas Sains diambil dan dibawa ke masjid

ba’da Jumatan GusPur khan presentasi AAS

ketika keluar kedua kalinya dan masuk lagi

orang bersurban yang presentasi di mimbar atas duduk lalu berdiri lagi

Subhanallah

ternyata presentasi itu adalah khutbah Jumat

 

inilah khutbah Jumat pertama yang GusPur ikuti

dan menggunakan power point

sekali lagi

khutbah Jumat memanfaatkan LCD power point

 

upf,

ndeso sekali GusPur itu

gumunan,

lihat khutbah Jumat pakai laptop dan LCD terperangah

 

Ahad 27 Mei 2012

 

ini bukan laporan isi forum AAS yang berlangsung tiga kali lebih panjang dari rencana semula

rencana 30 menit tetapi menjadi satu setengah jam

bahan yang dibahas ada 7 point

insya Allah laporan materi nyusul

 

sekarang reportase isi bab dua

salah satu panelis adalah dosen teknik IIUM

yang sebenarnya orang fisika juga

sejak pagi sampai tatkala makan malam di hotel Zenith

hotel baru buka 2 bulan dan paling luks di Kuantan

Prof Torlah banyak membahas masalah fikih 4 mazhab

diimbangin dengan staf yuniornya Dr Jesni

tentu lebih semarak dengan dua staf dari Sudan

 

tak dapat saya pungkiri, saya kagim dan bertanyaa bagaimana mungkin kedua orang fisika melayu ini fasih bicara fikih …

ah,

jadi ada semacam benang merah dengan orang biasa yang fasih ngimami dan mimpin doa

doktor dan profesornya fasih pengetahuan agama yang lebih formal

 

sabtu tengah malam jelang dini hari ahad

sambil koreksi Nalar AAS

GusPur ngidupkan tivi

pas acara Ustadz Menjawab

 

pertanyaan bagaimana akademisi non-agama fasih bicara tentang fikih 4 mazhab sedikit terjawab

sang ustadz yang masih muda berbicara tentang fikih dan kalam

sang ustadz menjelaskan secara lugas tetapi tetap dalam bingkai akademis

bagaimana sesungguhnya mu’tazilah dalam fikih

bagaimana perbedaan pandangan imam syafii dari tiga imam mazhab yang lain,

dan seterusnya

 

jika tayangan ini dilakukan secara rutin niscaya pemahaman umat akan meningkat

agama bukan sekedar lucuu-an, ketawa-ketiwi, atau menampilkan public figure tetapi sejatinya minimal sekali pengetahuan agamanya

tokoh  publik yang pengetahuan agamanya hanya sebatas common sense

jika tayangan agama sedikit formal disampaikan secara rutin

maka akademisi yang tertarik dan menonton akan sampai juga pada pemahaman seperti yang dimiliki oleh dua dosen fisika IIUM di depan

dengan kata lain pemahaman dan pengetahuan formal agama masyarakat pun meningkat

 

pengetahuan sejarah kita bukan sekedar sejarah musashi, jengis khan, atau columbus

tetapi juga masa kecil imam syafii, imam abu hanifah, imam malik, imam hambali bahkan imam ja’far

juga tahu sejarah remaja abu hasal al-asy’ari sebelum nyempal dari washil bin atho’ sang pendiri mu’tazilah

juga syekh abdul kadir jaelani

dengan ajarann-nya

sehingga umat bisa bedakan antara ahlus sunnah dan ahlus sunnah wal jamaah

and so on and so on

 

pemahaman keagamaan umat akan meningkat

 

masih 27 Mei 2012

 

— On Sun, 5/27/12, Anwari WMK <anwari_kpj@yahoo.com> wrote:
> Hidupkan saja obor Mu’tazilah.

 

Jumat 18 Mei 2012 GusPur pergi ke toko buku Kinokuniya di KLCC

banyak buku bagus yang seharusnya GusPur beli dan baca

tetapi waktu itu hanya beli enam buku,

 

yang menarik adalah sang pramuniaga

selain berpakaian rapi dia juga tinggi dan handsome atau comel istilah melayunya

tapi itu belum seberapa menarik

karena kemudian sang pramuniaga ini berkata itu buku bagus terus beri sedikit penjelasan bagian bagusnya

“weh, pramuniaga ini sempat baca bukuu yang dijaganya”, pikir GusPur

“tapi bagaimana baca bukunya, buku khan masih tersegel dalam kemasan plastik dan tidak ada satupun yang terbuka seperti di tokoo di Indonesia?”

lebih mengagetkan lagi ketika sang pramuniaga juga singgung “buku berat”

islamic science, GusPur lupa judulnya apa

tapi menurutnya, buku itu berbau mu’tazilah

“busyet, pramuniaga ini kok tahu juga mu’tazilah”, GusPur makin penasaran

sopir IIUM yang nganter GusPur juga ikut nimbrung ngobrol dengan sang pramuniaga

dia cerita kalau GusPur juga menulis buku

eh sang pramuniaga langsung menyambar dengan pertanyaan

“tuan tulis buku tentang apa?”

 

pembicaraan pun berkembang termasuk bagaimana cara medapatkan member card yang memungkinkan memperoleh diskon harga buku

omongg ternyata sang pramuniaga hanya kerja sambilan part time

dia ternyata mahasiswa pasca kulliyah pertubatan atau kalau di Indonesia adalah mahasiswa fakultas kedokteran

pantesan dia nyambung dengan mu’tazilah

dan beri warning lagi

“itu berbau mu’tazilah”

27 Mei 2012

 

> Baunya Mu’tazilah wangi ya . . . .hehehe

 

terlalu wangi,

sebagian orang tidak tahan dengan aromanya

maka disintesa saja Mu’tazilah dan Asy’ariyah dalam Nalar AAS

insya Allah, cocok bagi semua kalangan

 

28 Mei 2012

 

— On Mon, 5/28/12, Anwari WMK <anwari_kpj@yahoo.com> wrote:
> Sebaiknya tinggalkan saja tuh Ashariyah.

di fisika,

Asy’ariyah efektif di dunia mikro, sedangkan mu’tazilah di dunia makro

asy’ariyah ibarat teori kuantum, sedangkan mu’tazilah newtonian

 

jadi keduanya efektif di wilayahnya

maka jangan dibuang salah satunya

digabung saja

dalam Nalar AAS

 

28 Mei 2012

 

— On Mon, 5/28/12, Anwari WMK <anwari_kpj@yahoo.com> wrote:

>

> Ooh gitu yah? Ya sudah saya dukung . . . . .wkwkwkwk

Encik Anwari,

sampeyan itu bagaimana?

sampeyan lak mengagumi Abu Bakar al-Baqillani pencetus teori atom islam yang komprehensif,

sampek anak sampeyan nomor tiga dibaptis pakai namanya, Baqillani

lha Baqillani itu pengikut Asy’ariyah …

kok sampeyan mau buang Asy’ariyah

 

tak lah …

 





hadiah umroh Gus Pur

11 02 2013

Mohon maaf,

Nalar Ayat-Ayat Semesta (Nalar AAS) tidak jadi terbit Muharram 1433/ Desember 2011

sedang diupayakan terbit sebelum Islamic Book Fair, Jakarta 2012 yang diselenggarakan Maret.

 

Nalar AAS, apa beda dari AAS?

Apa makna kata Nalar di depan AAS?

 

Bedanya jelas, ada kata nalar di depan AAS

Samanya, bertumpu pada ayatt kauniyah

ayat kauniyah dinalar,

mengapa dalam suatu ayat, isim muncu dalam bentuk tunggal bukan jamak?

mengapa dalam pasangan tawabik, isim muncul dalam tunggal dan jamak padahal harusnya tunggal-tunggal atau jamak-jamak?

ada implikasi fakta alam apa dari ayat yang demikian?

 

Tetapi mengapa ayat harus dinalar?

bukankah ada ulama yang melarang menalar ayatt?

apakah itu tidak melampaui batas?

 

@mail 26 Januari 2013

 

ketika AAS hadir di SMA Hidayatullah

25 Desember 2011 lalu

seorang peserta yang merupakan alumni SMA di situ

dan sekarang mahasiswa fakultas kedokteran bertanya

“sekarang ini para remaja makin tidak tertarik pada al-Qur’an,

bagaimana agar al-Quran kembali menjadi menarik?”

 

Nalar Ayat-Ayat Semesta

diawali dengan bab akal, ilmu dan alam

 

tentang akal

ada 49 kata akal di dalam alQuran

menariknya,

semua dalam bentuk kata kerja, fiil

bukan isim

menariknya lagi, 48 dalam fiil mudhorek

hanya 1 fiil madhiy

menariknya lagi

24 dengan redaksi ta’qiluun (kalian)

22 dengan redaksi ya’qiluun (mereka)

menariknya lagi

2 ayat ta’qiluun singgung fenomena alam sangat umum, siang-malam

sedangkan fenomena alam rinci dan spesifik muncul dalam redaksi ya’qiluun

seperti fenomena kapal, bintang, bumi, bulan, tanaman di bumi

dapat dipahami

fenomena alam hanya untuk mereka, qoumun ya’qiluun

kelompok perenung, kaum ilmuwan

jadi bukan fardlu ain lah

 

tetapi,

2 ayat ta’qiluun bercerita tentang bahasa Arab

dan menganjurkan kita memikirkannya

jadi setiap pembaca al-Quran ditegur,

diingatkan, disarankan

agar memahami basa Arab

jadi dekat ke kewajiban personal, setiap individu

 

 

 

 

Studium General

oleh Qinshoo Banjarmasin, sebuah media pembelajaran informal pengkajian Al Qur’an terapan dan QIC (Qur’anic Intelligence Center) serta LPP RRI Banjarmasin.

” Mukjizat dan Sains Al-Qur’an”

Narasumber  :

1. Agus Purwanto, DSc.  penulis buku Ayat-Ayat Semesta

2. Dodi Syihab, motivator Qur’an dan pembina QIC .

Pada
Ahad , 5 Februari 2012
Jam : 09 : 00 s/d 16 : 00
Tempat : Banjarmasin Post lt 5

AAS tampil di depan sekitar 200 siswa Qinshoo

siswa Qinshoo cukup unik

ada anakk, mahasiswa, ada kakek nenek 70 tahunan

ada tukang ojek, petani, mantan napi membunuh orang, profesional IT, jurnalis,

pengusaha, birokrat, pejabat

tapi semua tampak rapi tidak kumal

pemandangan yang jarang terjadi

aneka latar belakang sosial ekonomi berbaur jadi satu

tanpa sekat,

tanpa kepuraa-an,

tanpa rasa minder bagi yang dari “kelas” sosial bawah

tanpa keangkuhan dari yang kelas sosial atas

tanpa penghormatan berlebihan pada sang guru

bahkan sang guru hanya disapa/dipanggil dengan Bang

sapaan yang berlaku bagi semua siswa laki

Bang

saya pun disapa Bang GusPur

 

Qinshoo mulanya berpusat di Jakarta

tetapi kemudian pindah ke hutan Kalimantan

Jakarta cukup dijadikan cabang

seperti halnya cabang di pedalaman Tulungagung

 

materi pertama disampaikan Bang Gandos yang berbadan tambun

diselingi pertanyaan kepada para peserta

dan peserta yang disebut namanya pun segera menjawab lugas apa adanya

tanpa takut salah

 

sebelum AAS presentasi

peserta diajak menyanyi beberapa lagu khas Qinshoo

mars Qinshoo

dan lagu keimanan

yang diambilkan dari hadits lalu diaransemeni menjadi lagu yang sangat apik

memnyanyi dipandu seorang yang ternyata magister hukum

seperti panitia kegiatan lainnya, menggunakan jubah panjang berwarna putih

berjalan ke sana kemari sambil memetik gitar

 

“tubaa liman yaroniy wa amana biy

tubaa tubaa tubaa

liman lam yaroni tsumma amana biy

beruntunglah orang yang melihatku, kemudian mereka mengimaniku

dan lebih beruntung mereka yang tidak melihatku

tetapi mereka mengimaniku”

 

sangat khidmat

tanpa terasa air mata pun berlinang

 

lagu “Arab” selesai

dilanjut menyanyikan lagu “Amerika”

One Moment in Time yang telah dimodifikasi dengan syair tauhid

dipimpin istri sang guru

semua siswa pun menyanyi dengan kompak

 

Qinshoo kependekan dari Quranic International School

yang menarik

International tidak merujuk pada bahasa Inggris atau pun bahasa Arab

tetapi pada kebaikan hati dan ahlak

dengan budi pekerti, ahlak, dan hati serta pikiran yang baik maka orang akan diterima siapa saja secara universal

itulah Quran terapan ala Qinshoo

 

sebelumnya

Sabtu bang GusPur diterima di Pawontelogo, rumah makan di tengah telaga

oleh para punggawa QIC Quranic Intelligence Center

dari sana kemudian beralih ke sekretariat QIC

dan dilanjut kajian falak

sekitar 60 peserta, semua peserta pria berjubah putih

kecuali bang Gandos pemandu acara berjubah hitam

variasi usia peserta juga sangat variatif

ada anak usia SMA sampai kakek nenek

yang luar biasa

mereka bukan sekedar asyik nyimak, tetapi juga tampak rajin mencatat

tanpa satu pun peserta menampakkan wajah kantuk

acara yang berlangsung di alam bebas beratap terpal

karenanya bisa ditonton oleh orang lewat di jalan depannya

berlangsung sampai jam 01 dini hari

acara dihentikan karena bang GusPur besok pagi masih harus isi sampai sore

di lantai 5 Banjarmasin Pos

sebagaimana di halaman Banjarmasin Pos

di sekretariat QIC

poster besar bergambar bang GusPur bersama sang guru QIC dipasang

 

tahun lalu AAS dapat Award

Kalam Salman Award

 

Masih AAS di Qinsho Ahad kemarin

salah seorang siswa Qinshoo beri award AAS

Umroh 18 Maret

dan singgah 2 hari di New Delhi

 

tentu senang dan bahagia mendapatkan award ini

tetapi bang GusPur tekah punya komitmen di waktu yang bersamaan

yakni beri kuliah di ISTAC IIUM

alasan ini ditolak oleh sang pemberi award

“Bang GusPur, kalau undangan manusia saja abang sanggupi

maka undangan Allah dan Rasul-Nya harus lebih disanggupi lagi,

undangan manusianya bisa ditunda”

 

GusPur tak dapat berkataa dengan argumen bernuansa tasawwuf ini,

tentu bahagia mendapat kesempatan ke tanah suci

mimpi panjang dan doa yang terus terhambur seolah terjawab

tetapi

GusPur pun tidak ingin berharap berlebihan

agar tidak kecewa (lagi)





AAS ke-72 dalam: ”Seminar Sains Nasional: Menuju Integrasi Sains dan Islam”

6 12 2010

Jurusan Fisika FMIPA
Universitas Lambungmangkurat
Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Sabtu, 20 Nopember 2010
Tempat: Aula Dewan Pimpinan Rakyat Daerah Banjarbaru

Jam 09.05
Acara dihadiri sekitar 120 peserta, dan diliput TVRI.
Pembukaan dengan Ummul Kitab
Sambutan
1. Ketua Panitia, Bagus Prasetyo
2. Rektor Unlam, Prof.Dr.H. Muhammad Ruslan.
Rektor menyambut baik upaya mahasiswa menyelenggarakan seminar ini terlebih dengan tema integrasi sains dan Islam. Kegiatan ini merupakan bagian dari Kegiatan Program Minat dan Bakat yang sebelumnya hanya semarak di bidang seni dan olahraga. Tema integrasi sains dan Islam harus diangkat, terlebih dengan maraknya bencana saat ini. Semua ini untuk menyadarkan kita bahwa sejak awal kitab suci mengingatkan kita untuk memahami alam dalam kerangka kehendak-Nya.

Manusia harus menjaga hubungan baik dengan
i. Allah, yakni dengan agama
ii. Sesama manusia, yakni dengan akhlak
iii. Alam, yakni dengan ilmu
agar tentram dan terhindar dari bencana. Doa bagai variabel dummy dalam regresi linier, ia harus ada meski tersembunyi. Misal, masalah musim kemarau harus dicarikan solusinya secara ilmiah tetapi kita juga harus berdoa di dalamnya.

Jam 09.30
Seminar dipandu oleh Ahmad Jauhar Fuadi mahasiswa fisika Unlam.2007 Narasumber pertama Bp Iwan Noviani, ST dari Telkom Banjarmasin. Bahas sumber daya insani untuk sains dan teknologi. Beliau tekankan pentingnya upaya masif eskalatif untuk peningkatan sumber daya dan kemampuan dalam sains dan teknologi.

Jam 10.00
Presentasi AAS selesai 11.45

Pertanyaan:
1. mohon diperjelas maksud upaya masif dan eskalasi
2. no science no future, betapa indahnya ungakapan ini bagi kami dari mipa. Tetapi saya yang mau lulus mengapa justru merasa sebaliknya, saya bagai tak punya masa depan. Bagaimana menyikapinya?
3. bagaimana agar nuklir tidak disalah gunakan?
4. ilmuwan itu seharii-nya di lab. Bagaimana agar seperti ilmuwan muslim terdahulu, ilmuwan, sufi, filsuf dan pujangga dalam satu pribadi?
5. bagaimana tafsir surat Yusuf 4, sebelas bintang, matahari dan bulan bersujud kepada nabi Yusuf as.
6. mohon jelaskan bagaimana penciptaan jagat raya dalam 6 masa, sebelum saya beli buku AAS.
7. mohon dijelaskan efek tutup teliga dalam kisah ashabul kahfi.
8. mohon dijelaskan lagi jalan ilmu agak spesifik dan mungkin teknis khususnya untuk para mahasiswa.
9. kok scientist kita scientist muslim kalah dari scientist Eropa. Mengapa dan harus bagaimana?
10. bagaimana proses penciptaan mahkluk hidup awal?
11. Ada orang yang mendekatkan diri pada Tuhan melalui jalan ilmu bukan jalan agama. Bagaimana hal ini?
12. Stephen Hawking berubah pikiran menjadi mengabaikan Tuhan dalam gagasan penciptaan jagat raya. Bagaimana kita menyikapi?
13. bagaimana menjelaskan peristiwa luar biasa seperti mahluk hidup jatuh dari langit?
14. ilmuwan muslim klasik berjaya tetapi sekarang tertinggal jauh. Bagaimana agar eksis (kembali).

Jawaban:
1. dalam jumlah besar dan dipercepat, misalkan pemberian beasiswa bagi mahasiswa FMIPA agar lebih banyak yang mempelajari sains dasar
2. pelajari subyek dengan serius, dan jangan lupa tahajjud, insya Allah posisi anda di masa depan akan kokoh. Dalam lingkup komunitas bangsa, bangsa kita akan terus dalam kebergantungan jika tidak menguasai sains fundamental. Akan mangulang sejarah Arab saudi dan Turki yang mau mengembangkan teknologi tinggi tapi gak punya ilmuwan sendiri dan melibatkan ilmuwan asing dari Rusia. Saudi dan Turki bisa mengembangkan
teknologi tapi hanya sampai kualitas menengah karena ilmuwan Rusia tidak berkenan membantu sampai taraf high level. Jadi umat islam harus berusaha sendiri, merebut bukan minta bantuan atau belas kasihan.
3. nuklir bergantung yang punya
4. amalkan ajarann praktis Islam tanpa banyak berdebat, semisal shalat tahajjud, puasa senin-kamis dan jangan berdusta meski dalam gurauan. Ulama dulu bahkan terus menjaga kesuciannya dengan terus punya wudhu. Mumpung masih muda coba shalat tidak kurang dari 40 rakaat dalam sehari semalam. Semua amal tambahan itu lakukan tanpa menguragi jam belajar tetapi mengurangi jam tidur. Coba berlatih tidur hanya 6 jam sehari semalam, berikutnya 5 atau 4 jam saja.
5. bisa seperti tafsir konvensional bahwa ayah dau saudaraa nabi Yusuf sujud kepadanya, atau menjadi inspirasi untuk kajian benda langit bukan hanya sistem tata surya kita karena disebutkan bintang dan matahari. Ini misi sains islam ke depan
6. sebaiknya anda baca dulu buku AAS lalu kalau ada yang kurang paham silahkan tanya. Di situ sudah ada uraian cukup rinci. Insya Allah lebih rinci lagi di AAS jilid dua
7. maaf, saya juga belum tahu fenomenaa pengawetan seperti mumy dan ”manusia” yang disimpan di dalam es atau salju.
8. Belajar paling efektif untuk subyek eksakta adalah belajar secara motorik, yakni menuliskan rumusan matematis dari konsep yang sedang kita pelajari. Coba upayakan menulis 3 lembar bolak balik dalam sebari, bila sanggup diupayakan menjadi 5 lembar. Ini sesuai dengan pesan Arnold Sommerfeld kepada muridnya Werner Heisenberg,”Just do the exercices deligently then you’ll know what you heve understood and have not”.
Berlatihlah.
9. sejak 10 abad lalu, tepatnya sejak tahafut alfalasifah kita telah menjauhi logika dan filsafat; sedangkan ilmu pengetahuan bertumpu pada logika dan membutuhkan filsafat.
10. maaf, belum tahu
11. tidak apa, banyak jalan menuju Tuhan. Tetapi bahasa nromatif tentang Tuhan ada di agama.
12. Proses perkembangan jiwa yang wajar. Sepertinya Hawking capek dan frustasi dengan penyakit yang diidapnya. Hal ini mencuat karena Hawking adalah figur yang fenomenal, tetapi kita gak perlu heran. Biasaa saja lah.
13. menurut analisa, turunnya katak di dalam hujan tahun 1930an di Australia disebabkan adanya angin tornado yang membawa mahklukk seperti katak dan turun kembali berbarengan dengan hujan.
14. tidak ada sains gratis, semua harus diupayakan sendiri. Sekolah sampai S3 lalu postdoc dan baru pulang ke tanah air jika sudah mapan baik ilmu, finansial maupun jaringan. Di LN banyak kok dana yang bisa dimanfaatkan, tapi kita harus dikenal dulu.

Jam 14.30
Istirahat, fotoo tanda tangan buku AAS dan HIKARI, dan pembagian doorprize. Acara didukung oleh Intn’l Institute of Islamic Thoght, XL, Primagama, MaxBrain, Cerebrovit, Telkom, Mizan dan TVRI. Setiap peserta yang menjawab quiz harus meneriakkan jargon NO SCIENCE NO FUTURE terlebih dahulu. Jargon ini muncul di slide terakhir presentasi AAS dengan latar Einstein.

Jam 15.00
Moderator Bp Iwan Sugriwan, MSi. Presentasi pesanan panitia, Mesin Carnot Kuantum, tetapi ternyata peserta minta Masalah Abadi Hisab-Rukyat. Moderator minta terapan kuantum dalam mesin panas saja agar mahasiswa punya bayangan lebih baik tentang kuantum.

Pertanyaan:
1. kuantum yang dijelaskan tadi ada hubungannya dengan quantum ikhlas dan istilahh sejenis?
2. Mohon dijelaskan lagi, perbedaan mesin Carnot klasik dan yang kuantum. Saya masih gelap.
3. mengapa mekanika kuantum manjadi momok? Untuk apa mesin Carnot kuantum?
4. saya sudah dua kali ambil fisika kuantum, kesulitannya ada pada abstraksi. Kalau mekanika klasik kita bisa bayangkan dua balok yang diikat tali lalu dilewatkan katrol. Di dalam kuantum kita harus membayangkan apa?
5. bagaimana menghubungkan kuantum dengan cinta? Bagaimana agar saya menyintai kuantum?
6. apa ada hubungan antara psikologi dan mekanika kuantum?

Jawab:
1. saya belum pernah baca secara serius tentang quantum ikhlas, quantum teaching, quantum healing dan sejenisnya. Tapi kalau mendengan dari orang yang merasa paham tema begituan, sepertinya tidak ada hubungan kecuali kata kuantum itu telah menghipnotis dan kemudian dijadikan judul barang dagangan agar lebih laku. Selain itu, kuantum digunakan untuk menjelaskan suatu cara yang tidak lumrah lalu bersembunyi pada istilah kuantum.
2. termodinamika itu sains empirik, artinya teori diperoleh via eksperimen. Temperatur, tekanan dan volume suatu sistem diubahh, dicatat lalu dibuat grafik dan ternyata diperoleh pola yang dapat diungkapkan dalam rumusan matematik. Kita tidak tahu dan tidak peduli isi sistem itu apa. Di dalam mesin Carnot kuantum kita bahas perilaku penyusun sistem dalam hal ini partikelnya. Perilaku kuantum partikel penyusun kita uraikan dalam proses dinamika termal.
3. karena anda percaya omongan senior anda bahwa mekanika kuantum sulit. Coba anda tidak percaya cerita bahwa mekanika kuantum sulit, maka spirit dan sikap anda akan berbeda ketika menghadapi kuantum. Yang jelas, teori kuantum mempunyai matematika yang berbeda dari teori klasik yaitu hubungan nonkomutatif antara posisi dan momentum. Ini sedikit menyulitkan. Kedua, setelah diperoleh formulasi matematis orang harus memberi arti fisis. Ini juga tidak sederhana.
4. matematika dan fisika.
5. Cinta adalah konsep transenden yang bisa dirasakan setiap orang tetapi sulit didefinisikan dan barangkali tidak perlu didefinisikan tetapi harus dijalani dan sesekali diungkapkan. Cinta seringkali irasional. Kuantum sangat rasional dan menuntut kekuatan nalar dan logika yang kokoh. Agar anda menyintai kuantum
i. anda perlu melakukan transendensi atas teori kuantum. Dengan mempelajari kuantum sebenarnya anda sedang memahami jalan pikiran, kebijakan dan kehendak Tuhan pada ciptaan-Nya.
ii. Dengan anda mempelajari kuantum anda sedang menempuh jalan jalan sunyi, jalan para auliya dan para nabi. Artinya anda sedang menjadi manusia pilihan.
6. Menurut Demokritus, sedih dan gembira adalah peristiwa atomik, tergantung pada pola gerak dan interaksi antar atom. Karena tidak ada jiwa, dan yang ada hanya atomm dan ruang kosong. Ini hubungan positvistik antara jiwa dan tom, jiwa adalah kumpulan atom dan keadaan kejiwaan adalah interaksi antar atom. Dalam perspektif sains islam, mestinya harus ada hubungan antara jiwa dan atom, antara psikologi dan teori kuantum. Ini pekerjaan besar ilmuwan muslim ke depan. Tapi sebagai pendahuluan coba baca The Tao of Physics, The Dancing of Wu Li Master, New Physics and Mysticism.

Acara berakhir jam 16.45. Kehadiran Gus Pur untuk pertama kalinya di bumi Borneo ini ternyata sangat berkesan. Semoga AAS tumbuh subur di kota yang bakal menjadi ibukota propinsi Kalsel ini. Amin (a5F)





AAS dan Idhul Qurban

26 11 2010

Selasa 16 Nopember Gus Pur jadi imam dan khatib Idh di Bratang
Sedianya di terminal Bratang tetapi karena terguyur hujan satu jam sebelumnya maka area becek dan dipindah ke masjid al-Fath Jl Bratang Binangun Gg I

Isi Khutbah:

1. Makna Idhul Qurban
Qurban berasal dari qoruba-yaqrubu- qurban wa qurbaanan, artinya menghampiri, mendekati. Idhul qurban berarti kembali menghampiri dan mendekati Sang Khalik, yang secara simbolik dilakukan dengan cara penyembelihan hewan kurban seperti kambing dan sapi.
2. Kelalaian manusia khususnya pemerintah dalam aneka bencana dan antisipasinya (seperti pertanyaan saat AAS di STAIN Batusangkar)
Ada 3 kelalaian manusia khususnya para pemimpin dalam kasus musibah demi musibah yang kita alami.
I. Bila sudah tahu daerah kita bergunungg bahkan rawan gempa karena ada di wilayah sabuk gempa mestinya perguruann tinggi kita punya jurusan geofisika, geologi dan sejenisnya. Ternyata khan tidak, nah ini kelalaian pertama
II. Bila sudah tahu daerahh tertentu rawan gempa atau bencana mestinya daerah itu dikosongkan dari hunian. Ternyata khan tidak, ini kelalaian kedua
III. Bila secara umum daerah kita rawan gempa maka konstruksi rumah juga harus dirancang yang aman gempa. Ternyata khan tidak, inilah kelalaian ketiga.
Maka pemerintah harus menjadi pemerintah yang efektif karenanya harus dicintai rakyat atau masyarakatnya. Karena itu, para pemimpin harus bersikap zuhud tidak berebut dunia dan kepemilikan manusia. Masyarakat harus menguasai ilmu pengetahuan dan bekerja keras.





AAS ke-71, STAIN Batusangkar SumBar

26 11 2010

dalam “SEMINAR ON ISLAMIC EPISTEMOLOGY AND INTEGRATION OF KNOWLEDGE,
SCIENTIFIC SIGNS IN AL-QURAN AND SUNNAH”

Prodi Fisika,
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Batusangkar Sumatera Barat
Sabtu, 13 Nopember 2010

Ada dua acara
09.00-12.30 AAS
13.30-16.30 Pelatihan Penentuan Arah Kiblat

Susunan Acara Pembukaan
1. Kalam Ilahi
2. Sambutan
I. Kaprodi Fisika, Bp Marjoni Imamora, MSc.
Beliau kutip statement AAS, ”AntiSains identik dengan Anti-Tuhan”
Ii. Pembantu Ketua I, Bp Drs. Syahril Tanjung, MA.
STAIN Batusangkar dulunya adalah Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol. Sekarang punya 12 prodi dan 105 dosen tetap. Acara seminar dan lokakarya hari ini diharapkan mampu memberi motivasi dan membuka wawasan civitas akademika STAIN khususnya mahasiswa agar tidak seperti katak dalam tempurung.
Dikotomi ilmu agama dan ilmu umum diperkenalkan oleh penjajah untuk memisahkan dan menjauhkan umat dari ilmu. Orang Islam harus mempelajari semua ilmu, sebagaimana perintah Nabi saw, ”utlubil ilma min al-mahdi ila al-lahdi” meskipun ilma di sini isim mufrad tetapi bermakana segala ilmu. Seperti kata al-hamdulillah, meski alhamdu mufrad tetapi tidak ada yang mengartikan satu pujian bagi Allah tetapi segala puji bagi Allah.
3. Doa
Acara AAS dipandu ibu Novia Lizelwati, MPd.Fi. Dari jumlah hadirin bisa tikatakan tidak terlalu banyak, sekitar 150 orang. Maklum saat itu ada 4 kegiatan yang berlangsung bersamaan dan katanya semua dibuka oleh bapak Pembantu Ketua 1 STAIN Bp Drs Syahril Tanjung, MA., dan AAS yang dibuka pertama. Jumlah ini relatif bertahan sampai jam 16.30 sore. Ketika presentasi AAS sedang berlangsung, listrik sempat mati dua kali yaitu ketika sampai pada gambar jahe hidayah dan gambar celana ketat.
Selesai presentasi hanya ada dua pertanyaan yang diijinkan mengingat waktu, dan lima pertanyaan disampaikan sesuai pelatihan falak penentuan arah kiblat. Pertanyaann tersebut
1. Dunia islam secara umum anti-ilmupengetahuan tetapi ada satu negara yang menonjol dalam ilmu pengetahuan sampai bisa ngembangkan nuklir, yaitu Iran. Tetapi negaraa Islam sendiri malah ikut menjauhi Iran, bagaimana solusinya?
2. Terkait dengan bencana yang marak saat ini, agama menyatakan ini terjadi karena ulah dan kelalaian manusia sedangkan sains menyatakan negeri kita berada dalam sabuk gempa sehingga wajar terjadi. Bagaimana mendamaikan pandangan ini?
3. Dalam agama disebutkan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk lakii. Bagaimana sains menjelaskan hal ini ?
4. Sains itu sulit dan tidak menarik. Bagaimana al-Quran menceritakan tentang sains? Bagaimana caranya agar sains menjadi menarik atau kita tertarik pada sains?
5. Di buku ada sederetan angka panjang, bagaimana cara menentukan bahwa angka di hal ….itu adalah angka ganjil?
6. apakah posisi Bumi bagian selatan katulistiwa mengalami keadaan siang terus menerus dalam tanggal yang sama?
7. Apa atau bagaimana menggantikan teorii yang tadi disinggung bertabakan dengan agamag?
Jawaban atas pertanyaann tersebut
1. Bagaimanapun juga Iran adalah muslim meski syiah, mestinya kita lebih bersaudara. Kita kan bisa bersaudara dengan non-muslim mengapa tidak dengan yang muslim meski ada perbedaan politis dalam kepemimpinan pasca Rasul saw?
2. Ada 3 kelalaian manusia khususnya para pemimpin dalam kasus musibah demi musibah yang kita alami.
I. Bila sudah tahu daerah kita bergunungg bahkan rawan gempa karena ada di wilayah sabuk gempa mestinya perguruann tinggi kita punya jurusan geofisika, geologi dan sejenisnya. Ternyata khan tidak, nah ini kelalaian pertama
II. Bila sudah tahu daerahh tertentu rawan gempa atau bencana mestinya daerah itu dikosongkan dari hunian. Ternyata khan tidak, ini kelalaian kedua
III. Bila secara umum daerah kita rawan gempa maka konstruksi rumah juga harus dirancang yang aman gempa. Ternyata khan tidak, inilah kelalaian ketiga.
Kelalaian itu sepenuhnya tanggung jawab pemerintah, bahwa pemerintah telah melakukan tugas tapi khan belum seberapa dan masyarakat juga cenderung tidak percaya karena pemerintah belum mampu menciptakan kepercayaan kepada masyarakatnya sendiri. Contoh gampang, betapa tidak sedikit bantuan yang hilang tidak jelas, dan tidak ada tindakan tegas.
Di Jepang ada fenomena alam yang dahsyat berlangsung setiap tahun di musim panas dan mampu memporak porandakan perumahan dan pepohonan. Fenomena itu adalah taifu, angin topan yang menghancurkan. Menariknya, taifu yang dalam satu musim bisa muncul sampai puluhan kali ini telah diidentifikasi dengan sangat baik, taifu nomor x akan muncul di laut dengan posisi sekian derajat bujur timur dan sekian derajat lintang utara, bergerak dengan kecepatan sekian ke arah ini denga ketinggian inti taifu sekian meter. Nah, pemerintah mengumumkan dan menghentikan transportasi khususnya kereta api cepat shinkansen ketika taifu melintas daerah terkait. Akibantnya, taifu sebagai fenomena alam tidak bisa dicegah tetapi korban manusia bisa dihindari.
Selain itu, sebenarnya kita juga masih bisa memindah atau menunda bencana dengan doa seperti kisah tiga orang yang terperangkap di dalam goa yang tertutup batu besar. Mereka tidak bisa memindahkan batu tersebut meski bersama. Akhirnya mereka mencoba mengingatt kebaikan masingg, dan sedikit demi sedikit batu besar penutu goa bisa digeser dan mereka bisa keluar goa. Peristiwa di luar jangkauan nalar ilmiah.
3. Itu bukan agama, tetapi ada dalam tafsir yang berasal dari ceritaa israiliyat. Nah. Kita gak perlu bahas secara ilmiah karena dasarnya bukan agama.
4. al-Quran telah mengisyaratkan dengan 800 ayatnya tentang fenomena alam, jadi tidak seharusnya kita abaikan. Agar menjadi tertarik pada sains, baca dulu bukuu populer tentang sains, juga bukuu tentang para ilmuwan. Seperti buku Surely, You are joking Mr Feynman atau A Brief History of Time. Jangan yang teknis matematis dulu.
5. lihat angka paling belakangnya, 1, 3, 5, 7 atau 9.
6. tidak tetap, bergeser naik turun satu dua hari dalam satu tahun.
7. idealnya kita bangun teori baru secara keseluruhan, tetapi saat ini teori atom kuantum telah menolak gagasan materi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Sekarang para ahli fisika menerima konsep partikel dan antipartikel, keduanya bila ketemu bisa musnah, dan keduanya bisa berawal dari ketiadaan partikel-antipartikel.

Jam 14 pelatihan falak dimulai, ada pengantar sebentar lalu praktek di lapangan agar matahari tidak keburu condong ke barat dan tertutup awan sehingga tidak memberi bayangan. Setelah praktek sekitar setengah jam, peserta kembali ke dalam kelas mengikuti materi teori penentuan arah kiblat. Peserta menghitung dengan kalkulator yang Gus Pur bawa dari Surabaya, dan peserta enjoy serta ceria sampai akhir. Acara AAS di STAIN Batusangkar kota bersejarah 100 km dari Padang ke arah timur laut ini membuat prestasi tersendiri yaitu dengan peserta yang 90 persen mahasiswa, buku AAS dan HIKARI terjual habis 2 dus (atau sekitar 00 eksmplar) jelas merupakan rekor baru dalam penjualan buku di forum AAS yang telah ke 71 kali ini. Ini tidak lepas dari kebaikan hati bapak Marjoni Imamora MSc selaku Kaprodi yang murah hati meminjami uang kepada mahasiswa yang pengen beli buku tetapi kebetulan gak punya uang. Langkah pimpinan yang patut diteladani. Memang ada beberapa tempat yang bisa menjual lebih dari 100 eksemplat tetapi dengan audiens dewasa yang berpenghasilan sendiri. Selamat untuk STAIN Batusangkar. (RH)





AAS di FPI

14 11 2010

AAS 70
Ahad, 7 Nopember 2010
Jam 09.20 -12.20
di Kantor Pusat Front Pembela Islam (FPI)
Tanah Abang Jakarta

Jam 09.20 acara dimulai pembacaan maulid dan burdah lengkap dengan terbangannya (saya jadi teringat saat maen hadrah di Hiroshima, juga peralatan hadrah yang disimpan di lab, sekarang sudah dipindah ke gudang kali)

Hampir satu jam, setelah itu ustadz Habib Riziq beri pengantar sebelum AAS relawan FPI sudah terjun di Merapi sebelum muntahh berat sampai saat ini FPI punya beberapa titik posko dan salah satu aktivitasnya memberi masker scr gratis, satu titik rataa 4000 masker sehari maklum satu masker yg di apotik seharga Rp 1000,- di kawasan Merapi
menjadi Rp 10.000 bahkan Rp 15.000 untuk Mentawai, FPI sudah ngusulkan 1200 relawan ke dephan karena menyangkut transportasi tapi sampai saat ini belum ada respon. FPI punya pengalaman mengevakuasi 70.000 mayat tsunami Aceh, ditambah 30.000 yang hanya diangkut dan ditaruh ke pinggir jalan.

Buku AAS telah menjadi koleksi perpustakaan FPI bersama puluhan buku tafsir ilmiy lainnya, juga ratusan kitab yang ada di arena pengajian ustadz Riziq juga katakan secara eksplisit:

”kalau kajiann yg seperti ini media gak bakal liput tapi kalau kita berantem baru mereka hadir meliput tapi kita berbuat memang bukan untuk diliput, jadi gak urusanlah dengan media”

Ketika presentasi AAS berlangsung, kata jamaah yang nganter penulis ke bandara Soetta …terdapat sekitar 1000 jamaah hadir luar biasa … jamaah yang 99% mengenakan baju koko berwarna putih itu sangat serius mengikuti presentasi AAS, bahkan yang di luar berusaha berdiri karena pengen melihat langsung presentasi di dalam yang lain lihat layar di luar aula yang dindingnya adalah rakk buku/kitab.

Begitu usai presentasi dan diberi kesempatan bertanya oleh ustadz Riziq muncullah pertanyaann berat. yang tidak sesuai dengan informasi awal yang saya terima padahal saya sudah terlanjur hapus slide filsafat pertanyaannya menyinggung masalahh peran akal dan wahyu terkait dengan penyerapan pengetahuan, apa sumber pengetahuan epistemologi dan tauhid, gagasan emanasi al-Farabi, ibnu Sina dan al-Ghazali, sains baru dan Mula Sadra. dan tidak lupa pandangan Hawking yang berubah tentang penciptaan jagat raya (rasanya, temann yang underestimate pada FPI sesekali perlu hadir dalam forum mereka, benarkah pemahaman filsafat temann lebih canggih dan di atas mereka).

Begitu selesai ustadz Rizieq kembali beri catatan sekitar 30 menit bahas gagasan Zaghlul Najar …yang beberapa kitabnya sudah dikoleksi khususnya peringatannya untuk membedakan antara mukjizat ilmiah dan tafsir ilmiah, lalu juga bahas usulan penulis AAS tentang bulan purnama sebagai parameter baru awal bulan dan cerita tentang ilmu falak dengan berbagai sistem dari sulamun nayirain sampai almanak nautika ustadz Rizieq sendiri bisa ngitung dengan empat metoda dan …FPI tahun ini insya Allah shalat idh 16 Nopember kebetulan sama dengan Muhammadiyah …ditekankan …bukan ikut Muhammadiyah sayangnya pemerintah belum sidang itsbat, juga diceritakan bahwa saudi juga idh 16 Nopember.

FPI khususnya ustadz Riziq kelihatan sangat toleran atas perbedaan dalam idh, bahkan memerintahkan kepada jamaahnya agar tidak mengejek yang berbeda … dia uraikan sebab perbedaan tersebut secara sangat rinci, masingg sistem hitung dan kriterianya. Mungkin, ini informasi yang tidak kalah penting, pengajian atau ta’lim FPI bebas untuk umum termasuk bagi yang anti-FPI. Ustadz Rizieq pun menunjuk ke arah hadirin tertentu.

Juga diumumkan program FPI untuk sepekan ke depan
Rabu 10 Nopember
07.00 – 09.00 Bahasa Arab
09.00 – 11.00 Faraidh
13.00 – 16.00 Pelatihan Falak

acara ditutup doa panjang dan lama yang dipimpin oleh Habib … (maaf lupa) sepuh …





AAS di Seminar Nasional The Magic of Science, From the Qur’an Revealed

29 12 2009

Forum Kajian Islam, FMIPA
Universitas Brawijaya Malang
9 Mei 2009

Sekitar 200 mahasiswa dan dosen dari universitas yang ada di kota bunga Malang hadir
di acara semnas ini.





Lokakarya Astronomi dalam AAS

29 12 2009

Sabtu, 2 Mei 2009
08.30-13.00
Lokakarya Astronomi dalam AAS
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijogo Yogyakarta

Acara ini diselenggarakan sebagai kelanjutan pertemuan AAS sebelumnya, 4 Maret 2009 di Aula FST UIN Yk. Pertemuan kali ini membahas bagian khusus dari isi AAS yaitu bagian astronomi yang merupakan bagian cukup krusial di Muhammadiyah sebagai pelopor pengguna hisab dalam penentuan awal bulan qamariyah. Aspek astronomi hisab-rukyat dibahas cukup lengkap di dalam lokakarya ini.

Beberapa pertanyaan mencuat di sesi diskusi pertama.
1. Fauzi, mhs jurusan matematika. Bagaimana hubungan antara sains dan islam? Bagaimana dimensi 4 menurut filsafat matematika?
2. Erwin. Apa beda bab terakhir AAS dengan karyaa Harun Yahya? Bagiamana bintang mati? Bagaimana alam semesta tanpa pusat?
3. Amin Abdullah, mahasiswa. Jahe adalah gambaran untuk minuman di Surga. Mengapa ditafsir secara material bukan secara metafisis filosofis? Bagaimana dengan kafuura? Demikian juga dengan bintang dihapus, mengapa hanya dibahas sisi
materialnya?

Diskusi sesi kedua
1. bagaimana sifat matematika terkait dengan alam? Apa semua fenomena alam dinyatakan di dalam al-Qur’an?
2. Thoyib. Mengapa isra’mi’raj ditafsirkan secara fisis? Apa implikasi terhadap jiwa dan jasad Rasulullah saw? Bagaimana dengan prediksi kiamat tahun 2013?

Diskusi sesi ketiga
1. Deden Taryana. Mengapa laboratorium neutrino berada 1 km di bawah permukaan tanah? Bagaimana pemotretan yang menghasilkan galaksi pipih? Apa ini bukan sekedar
imajinasi astronom? Apa pusat galaksi adalah lobang hitam (black hole)? Apa
penyebab blackhole?
2. Bagaimana hadits dan kesesuaian bulan terbelah?





The Miracle of AAS_44 : Denpasar (2)

16 12 2009

Ketika moderator membacakan judul presentasiku
Aku merasa “tersudut” dan “tidak disukai”
Aku merasa salah tempat
Judul Nature and Spirituality in the Koran’s Perspective adalah usulanku
Bukan permintaan panitia

Kukarangg sendiri, yang masih ada kaitan dengan bidangku dan tema seminar spiritualitas
Bahkan di pamflet,
Ditulis: Universe and Spirituality

Jadi aku memulai presentasiku dengan perasaan “presentasi tambahan”
“Presentasi selingan” untuk pantessan…
Karena ga nyingung Bhagawat Gita blas …

Andai presentasi di sesi kedua
Ceritanya jadi lain
Bisa full Bahasa Indonesa
Karena semua narasumbernya native orang Bali
dan hadirin bule banyak yang sudah tidak ada lagi…





The Miracle of AAS_44 : Denpasar

16 12 2009

Sedikit review AAS-44 di Aula Fakultas Kedokteran Unud Denpasar.

Acara berlangsung Sabtu 21 Nopemmber 2009. Bukan khusus untuk AAS, tetapi AAS memang hadir dengan misi khusus agar mereka tahu apa itu Islam dan al-Qur’an. Agar mereka tak hanya terfokus pada Bali Bombing.

Acara itu sendiri sebenarnya adalah acara rutin tahunan dari Indonesia Bhaktivedanta Institute. Tahun lalu ana juga diundang di sana.

Tahun ini tema seminar adalah
Spirituality and Human Life, tepatnya International Seminar on Spirituality and Human Life
.
Ada 8 narasumber.

Jujur ana sempat grogi alias tidak pede kkarena beberapa alasan. Tidak sempat buat makalah, datang terlambat karena pesawat Sby-Denpasar penuh dan baru berangkat Sabtu pagi, dan yang utama presentasi dalam bahasa apa? Bahasa Inggris ?!? Alamak …ana belum punya banyak istilah tentang spiritualitas!

Begitu sampai lokasi, ana dapat info bahwa ana presentasi di sesi pertama. Wuik… Ini keruntuhan jiwa yang pertama, sebab info sebelumnya jadwalku diundur siang karena berangkat Sabtu. Ketika masuk aula, acara baru dimulai. Ruang penuh, sambutan pakek basa Inggris …Ini keruntuhan jiwaku yang kedua.

Aku coba menenangkan diri sambil nggarap power point. Acara dimulai dengan kuliah dari ketua komunitas Bhaktivedanta Internasional. Kuliah dalam basa Inggris dan langsung diterjemahkan dalam basa Indonesia oleh
moderator. Aku lega… Kalau begitu ana presentasi pakek basa Indonesia biar moderator yang nerjemahkan ke basa Inggris.

Sesi pertama mulai…
Moderator bacakan narasumber di sesi ini. Semua orang asing kecuali aku, ciut lagi jiwaku.

Presentasi pertama,
The Origin of Life: What Does Bhagavatgita Say?
Prof. P. Gaurisankar, orang India Malaysia, presentasi dengan pede dalam bahasa Inggris yang tak terputus.

Presentasi kedua,
Man, Mind and Consciousness
oleh Deva Natha Acarya, dari Singapore. Dengan jenggot panjang dan
penampilan surban serta jubah khas Hindu, juga dalam basa Inggris, (bukan madura !!!)

Tiba giliranku,
Nature and Spirituality in the Koran’s Perspective. Untuk menenangkan diri aku berapologia dulu
mau presentasi pake bahasa Inggris tapi dimix Bahasa Indonesia (tapi itu sudah kusampaikan dalam em>english loh..). Tentu misi khusus juga kusampaikan, islam tidak identik dengan bom!!!
Tapi kaya nuansa …
Bahkan kami juga berfikir sains islam …
Aku pun mulai presentasi. Sempat terputus, karena mikir basa inggrisnya “beberapa tahun lalu”. setelah disela sedikit basa Indonesia, lancar lagi basa Inggris.

Presentasi keempat
Scientific Dimension of Bhagavatgita,
Mukunda Madhava dari Bombay India…

Dag…
dig…
dug.

..
the miraclenya begini:

1. Ternyata basa Indonesianya ga keluar, aku presentasi 99,99% dalam english
2. Begitu ana selesai, ruangan bergemuruh oleh tepuk tangan padahal tidak untuk dua narasumber sebelum ana.
3. Ketika tanya jawab atau diskusi semua nara sumber duduk di depan. Semua penanya memulai pujian dan pengakuan excited serta tercerahkan dari presentasi ana.
4. Semua pertanyaan baik lokal maupun bule yang semua juga dalam english. Hanya ditujukan pada ana.

Ada juga pertanyaan yang berat satu di antaranya, apa filosofi orang islam menyembelih dan makan daging sapi?
Padahal sapi kan diminum air susunya, artinya sapi seperti ibu kita. Sehingga orang islam bagai makan daging ibunya. Apa filosofinya?

Karena khawatir mempertajam perbedaan, saya dibisiki moderator agar tidak dijawab. Dan pertanyaan itu dijawab oleh narasumber dari Malaysia …

Moderator tidak mau membuat kesimpulan. Tetapi menurutnya ada satu statement yang sangat menarik, ia kutip presentasiku “God is not retired”.

Ruangan kembali bergemuruh dengan tepuk tangan. Jelas tidak terdengar teriakan Allahu Akbar

.





Marathon AAS di “Lintasan” UM Purwokerto

16 12 2009

Sabtu, 3 Oktober 2009, AAS tampil dalam beberapa performance di kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jl. Raya Dukuh Waluh-Purwokerto.

1. 07.30-09.00,
Ruang Sidang Fakultas Teknik
“Internalisasi Islam Disiplin Ilmu”

2. 09.30-12.00
Auditroium Ukhuwah Islamiyah
“Membangun Intelektual Muda Muslim yang Tangguh”

3. 13.00-16.00
Auditorium Ukhuwah Islamiyah
“Fenomena Alam Semesta dalam Pandangan Sains dan Al-Qur’an”





“Jakarta” Rasa “Jember”

16 12 2009

Senin 14 September 2009, Gus Pur dengan AAS-nya bersua Komunitas Wong Jember di Jakarta (KWJJ). Acara ngecaca* AAS ini bertempat di Sekretariat KWJJ, wilayah Tebet Dalam Timur.

Yang mengesankan di acara ini juga ada 2,

Pertama,
Ketemu para mantan murid dan mahasiswa serta sejawat lama. Mereka kelihatan bahagia dan bangga ketemu mantan “diktator” dan filsuf. Mereka pun terkenang dengan kebijakan sang diktator: LIBUR KULIAH SELAMA RAMADHAN.

Kedua,
Serasa tidak di Jakarta karena celoteh dan obrolan Madura yang cukup intens. Tatemoh tretan dibi’ **

———————————————————————-

Ket:
* Ngerumpi
** Bertemu saudara sendiri





Indonesia Tafakkur

15 12 2009

AAS ke-40 @ masjid at-Tin TMII
Ahad 13 September 2009

Indonesia Tafakkur diselenggarakan oleh IA-ITB Pusat. Orangg i’tikaf di lantai bawah maupun lantai dua. Masjid yang diarsiteki Ir Nu’man ini memang khas, teduh dan damai. Wajar orangg betah tinggal di dalamnya.

Peserta yang umumnya berseragam jubah dan surban ternyata asyik
juga menyimak uraian AAS. Ada 3 pertanyaan yang disampaikan peserta seusai presentasi dan shalat isya’. Dua diantaranya menjadi pekerjaan rumah narasumber,

1. Ayat poligami tidak menyebut kata bilangan satu (wahdah) tapi langsung 2, 3 dan 4. Nah, ini sesuai dengan sifat penciptaan, poligami. Bagaimana ustadz? (Wah, menarik juga ini!)

2. Seperti yang dikisahkan pada Nabi Sulaiman AS, apa semut sekarang juga mengidentifikasi kitaa? apakah mereka mengenali kita sebagaimana mereka mengenali Nabi Sulaiman AS. (Perlu kajian lebih lanjut untuk semut.)





AAS ke 39 @ Probolinggo

15 12 2009

Ahad 6 September 2009

Diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Probolinggo. 2 hal yang mengesankan,

1. Peserta bukan hanya warga dan “simpatisan” Muhammadiyah, tetapi juga jamaah Nahdhiyin yang khas dengan sarung dan kopyahnya. Pemandangan yang jarang terjadi.
2. 100 buku AAS yang dikirim oleh Mizan Surabaya langsung diserbu jamaah begitu narasumber turun panggung ceramah, dan langsung habis dalam waktu kurang dari 10 menit (padahal dijual tanpa diskon).

Masyarakat kota kecil seperti Probolinggo pun haus pengetahuan dan pencerahan. Bahkan narasumber langsung dipesan untuk diskusi dengan para guru pada bulan Oktober.





AAS-Situbondo

15 12 2009

Dari Unesa Gus Pur langsung meluncur ke Situbondo, kota kecil di bagian timur Jawa Timur. Lebih dari 200 warga dan simpatisan Muhammadiyah Situbondo menyimak uraian AAS dengan seksama dan ger-geran. Maklum Gus Pur seperti kembali ke habitatnya. Bersenda gurau dengan bahasa ibu, bahasa Madura. Jamaah yang sebagiannya klesotan di lantai karena tidak kebagian kursi tetap saja bertahan sampai Gus Pur turun panggung.

Di akhir acara, Bupati Situbondo sebagai salah seorang hadirin yang duduk di kursi paling depan berpamitan pulang kepada Gus Pur. Alamak… Gus Pur seperti kyai beneran!!!








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.