Mengkaji Ayat-Ayat Semesta

5 09 2008
Mengkaji Ayat-Ayat Semesta

Mengkaji Ayat-Ayat Semesta

Buku Ayat-Ayat Cinta (AAC) begitu menggemparkan. Karya fenomenal Habiburrahman El-Shirazy itu bahkan diangkat ke layer lebar dan sangat digandrungi masyarakat. Sejak itu kebangkitan sastra islami Indonesia terlihat geliatnya. Booming itu nyaris menenggelamkan kualitas keilmuan umat Islam lainnya. Yaitu kajian dan pemahaman terhadap ayat-ayat semesta (kauniyah). Lepas dari kesuksesan AAC, kajian ayat-ayat kauniyah pun sangat krusial dan tak kalah menarik untuk dibahas.

Pasalnya, sangat banyak penemuan-penemuan ilmiah baru di abad modern, ternyata sudah ditegaskan al-Qur’an sejak belasan abad silam. Dari soal garis dan waktu edar matahari, bulan, bumi, dan planet, susunan kimia manusia, gravitasi bumi, siklus hujan, dan lain sebagainya. Sayangnya tak banyak buku membahas tema ini, disebabkan keterbatasan ilmiah sumber daya manusia Muslim.

Beberapa buku bertema ini dapat kita hitung dengan jari. Tengoklah buku garapan penerbit Mizan bejudul Ayat-Ayat Semesta: Sisi-Sisi Al-Qur’an yang Terlupakan (2008), ditulis oleh Agus Purwanto, D.Sc., seorang fisikawan sekaligus dosen ITS lulusan Universitas Hiroshima Jepang. Buku ini cukup cerdas menyingkap ayat-ayat kauniyah yang selama ini kurang diperhatikan umat Islam.

Sebelum Ayat-Ayat Semesta, ada beberapa buku yang juga mencoba untuk menafsirkan ayat-ayat kauniyah. Misalnya Mukjizat Ilmiah dalam Al-Qur’an karya Muhammad Kamil Abdulshamad (Akbar, 2007). Begitu pula Ensiklopedi Ilmu dalam Al-Qur’an: Rujukan Terlengkap Isyarat Ilmiah dalam Al-Qur’an karya Afzalur Rahman (Mizan, 2008), Pesona Keajaiban Alam Semesta karya Harun Yahya (Global Media, 2004), atau Metode Tafsir Ayat-Ayat Sains dan Sosial karya Andi Rosadisastra (Amzah, 2007).

Buku Ayat-Ayat Semesta mengawali penjelasan dengan klasifikasi ayat-ayat kauniyah. Untuk menjelaskan ayat-ayat tersebut penulis menghabiskan 181 halaman, mulai dari pendahuluan, klasifikasi subjek, surah, dan ayat. Sementara Muhammad Kamil Abdulshamad dalam buku Mukjizat Ilmiah dalam Al-Qur’an membahas berbagai ilmu yang dikandung al-Qur’an menjadi 23 bab. Ia paparkan setiap ilmu yang dimiliki al-Qur’an dalam satu bab. Misalnya ilmu falak astronomi, geologi, arkeologi, geografi, pertanian, ilmu hewan, dan lain sebagainya. Penulis mengakui paparannya masih sangat terbatas dan belum mencakup ilmu-ilmu dan pengetahuan lainnya yang masih banyak al-Qur’an kandung. Karena semua ilmu yang manusia kenal saat ini hanyalah sebanding beberapa tetes air dari samudera luas.

Harun Yahya dalam Pesona Keajaiban Alam Semesta membahas persoalan-persoalan alam di sekitar manusia. Misalnya ia jelaskan tentang benih kelapa, lebah, semut, kupu-kupu, capung, dan lainnya. Ia kupas pula keajaiban alam semesta, seperti keberadaan langit, bumi, atmosfir, matahari, bulan, dan lain sebagainya. Untuk memberi daya tarik pembaca, buku ini dilengkapi dengan beberapa foto berwarna alam semesta, disertakan satu ayat yang berhubungan dengan pembahasan.

Berbeda dengan Andi Rosadisastra yang menulis Metode Tafsir Ayat-Ayat Sains dan Sosial. Andi memaparkan pentingnya metodologi menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an, terkait 750 ayat yang berbicara tentang alam semesta. Menurut Andi, perkembangan dunia modern berjalan sangat cepat, dan nyatanya melahirkan banyak masalah kompleks akibat keragaman ilmu. Karena itu tergagas untuk melahirkan sebuah metode tafsir yang mampu memahami hakikat ilmu, tetapi tetap memelihara sifat transedental al-Qur’an.
*fathurroji

Sumber: GONTOR
(Edisi 05 Tahun VI, Ramadhan 1429/September 2008-hal 75)


Aksi

Information

3 responses

17 09 2008
anitarahma

Assalamualikum

Saya kemaren uda lihat bedah bukunya Pak Agus Purwanto, D.Sc. Ayat ayat semesta. Bagi mahasiswa kudu punya ni buku!! agar kita bisa menjadi ilmuwan muslim yg okeh..

Wassalamualaikum

30 09 2008
Bahtiarhs

Assalaamu’alaikum, Pak Agus,

Kapan nih ada ngumpul-ngumpul bagi para pecinta kajian alam semesta di Surabaya. Jangan lupa saya disentil untuk ikut.

Btw, saya sudah membuat sedikit resensi tentang Buku AAS. Ada di blog saya, jika ada waktu monggo berkunjung dan meninggalkan jejak. :)

Bahtiar HS

http://bahtiarhs.net

Jawab:
Waalaikumsalam wr. wb, Sdr Bahtiar.
Terimakasih. Saya sudah baca resensinya. Itu bukan merupakan prasyarat mempelajari sains tetapi merupakan prasyarat menjadi scientist muslim untuk mengembangkan sains islam. Karena tidak semua scientist muslim sepakat mengembangkan sains Islam.

4 02 2010
akaz markaz

bukunya sngat menarik bagi santri yang berminat pada sains seperti saya.
saya gak kuliah Pak, tapi sya tertarik pada sains, khususnya astronomi. buku Bapak sangat membantu study saya. terimakasih Pak.
Buku Bapak wajib kiranya, di kaji oleh para santri d Tasikmalaya.
salam dari santri asal Kota Tasikmalaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: